Viral, Oknum Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan Diduga Lakukan Razia Ilegal Dan “Pecahkan” Kaca Mobil Truck

Labusel – detikPeristiwa.co.id

Tindakan yang kurang terpuji yang dilakukan oknum Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan terhadap  Didi Widana Putra  salah seorang pengendara Mobil Truck Mitsubishi Canter no polisi BM 9578 RU pada saat melintas di Jalinsum  ( km 324 – 326 Medan Bagan Batu )   Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan – Sumatera Utara berakhir proses Hukum.

Terkait peristiwa ini telah dilakukan langkah – langkah Persuasip antara sopir dengan anggota kami sudah berdamai. Selanjutnya anggota Lantas tersebut tetap dilakukan proses Hukum Oleh Propam Polres Labuhanbatu Selatan,”terang Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Maringan Simanjuntak saat di konfirmasi awak Media melalui pesan singkat WhatsApp messenger terkait beredarnya vidio pertengkaran antara sopir dan oknum Satlantas, Kamis 08/02/2024.

Atas keributan antara sopir dan oknum Satlantas dalam vidio itu, orang nomor satu di Polres Labuhanbatu Selatan juga memohon maaf kepada publik atas perlakuan anggotanya dan berjanji akan memperbaiki untuk kedepannya.

“Kami mohon maaf atas perlakukan anggota kami yg kurang terpuji ini. Kami akan perbaiki kedepannya pak dan sudah ditarik dari pos lantas,”jelasnya.

Saat ditanya dalam Konfirmasi, Razia apa yang dilakukan oknum poslantas tersebut, Kapolres Labuhanbatu AKBP Maringan belum berkenan memberikan keterangan terkait Razia yang dilakukan oknum anggotanya.

Sementara itu, Mas Dhany sebagai pemilik Akun Facebook yang membagikan postingan vidio viral pertengkaran antara sopir dan oknum poslantas tersebut saat dihubungi via telepon seluler menerangkan, oknum tersebut telah melakukan penahanan ( Razia ) terhadap pengguna jalan yang pada saat itu sedang melintas.

“Informasinya bang teman saya Didi Widana Putra ( sopir ) saat itu mau mendahului unit mobil yang sedang ditahan oleh oknum poslantas itu. Namun pada saat itu Didi Widana Putra menggunakan jalur kanan dan menutup kaca mobilnya, untuk mendahului mobil yang sedang ditahan oknum, disitulah kaca mobilnya pecah akibat terkena tekanan tongkat Bendera yang berada di tangan oknum itu,”bebernya.

Kuat dugaan, masih kata Mas Dhany dan juga sebagai anggota komunitas Driver angkutan barang, juga dugaannya penyebab pecahnya kaca mobil yang dikendarai Didi Widana Putra, akibat pukulan dengan tongkat Bendera yang dipegang oleh oknum itu.

“Logikanya aja bang kaca mobil segitu tebal kesantok kayu ranting sawit aja dan entah apa gitu yang mengenainya gak pala pecah bang, gak mungkin la kaca gitu pecah tanpa hempasan tongkat Bendera oknum itu,”terangnya dengan senyum,dan terlihat curiga kaca mobil itu pecah akibat di pukul.

Ia juga menjelaskan, tindakan seperti itu sudah pernah terjadi beberapa tahun yang lalu di tempat yang sama dan menjadi keluhan masyarakat. Namun yang disayangkannya hal itu masih tetap terulang kembali.

“Beberapa tahun silam pernah juga bang terjadi kaca mobilnya juga pecah. Entah dilempar pakai batu entah dengan apa gak tau la bang dan polisinya juga dipindahkan entah kemana akibat kelakuannya yang seperti premanisme itu,”ujarnya.

Namun ia juga mengaku, atas peristiwa kejadian yang menimpa temannya Didi Widana Putra sebagai pihak korban dan oknum, sudah sepakat melakukan perdamaian dan tidak menuntut kembali dan juga sudah membuat pernyataan tertulis diatas Materai dan di share ke gruf di Facebook berupa postingan.

“Informasi Kronologi kejadiannya bang saya kurang paham seperti apa. Saya juga hanya dapat info dari teman saya karena saya tergabung didalam gruf komunitas kami. Yang pastinya bang sudah berdamai dan tidak ada penuntutan lagi,”terangnya.

Saat ditanya kembali nomor telepon kedua orang pengemudi mobil Mitsubishi Canter yang dikendarai Didi Widana Putra guna konfirmasi terkait atas kejadian pertengkaran itu, mengatakan tidak memiliki nomor mereka yang bisa dihubungi.

“Gak ada bang nomornya mereka,”sebut Mas Dhany Putra dan mengaku temannya Didi Widana Putra itu bernama Raji dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *