
Puluhan Anak hingga Lansia di Bawang Batang Diduga Keracunan Massal Usai Menyantap Makanan Gratis
BATANG — Peristiwa dugaan keracunan massal menimpa warga di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Korban berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari balita, siswa TK, murid SD, hingga warga lansia.
Keluhan kesehatan dilaporkan mulai muncul sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (23/9/2026). Para korban merasakan gejala keracunan beberapa jam setelah mengonsumsi Makanan Bergizi (MBG) yang dibagikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada hari sebelumnya.
Puskesmas Overload, Korban Dirujuk ke Sejumlah Rumah Sakit
Hingga Rabu sore menjelang petang, iring-iringan ambulans terus berdatangan membawa korban menuju Puskesmas Bawang. Banyaknya warga yang membutuhkan pertolongan medis membuat kapasitas Puskesmas Bawang tidak mampu menampung seluruh pasien (overload).
Untuk penanganan lebih lanjut, sebagian korban terpaksa dilarikan dan dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, antara lain:
- RSUD Limpung
- RSUD Kalisari Batang
- Puskesmas Banyuputih
- Puskesmas Subah
Data Sementara Korban
Berdasarkan rincian informasi di lapangan hingga Rabu sore, persebaran korban sementara tercatat di beberapa desa:
- Desa Pasusukan: sekitar 70 korban (balita, anak-anak, lansia)
- Desa Bawang: 45 korban (anak-anak, guru, wali murid)
- Desa Gedikan: 50 korban (balita, anak-anak, lansia)
Secara keseluruhan, perkiraan total korban dilaporkan mencapai kisaran 500 orang dan diperkirakan masih bisa bertambah mengingat ambulans masih terus melakukan penjemputan warga yang bergejala.
Tuntutan Tanggung Jawab
Peristiwa ini memicu kepanikan dan kekhawatiran mendalam dari para orang tua serta keluarga korban. Hingga saat ini, penyebab pasti dari timbulnya gejala keracunan tersebut masih menunggu investigasi resmi. Pihak keluarga korban berharap ada klarifikasi resmi serta bentuk tanggung jawab penuh dari pihak pengelola SPPG penyedia makanan.
Sumber: Tim Kesehatan Kab.Batang Jawatengah
Oleh : Tim Detikperistiwa.co.id
Editorial: Kaperwil Jateng




