Makassar, detikperistiwa.co.id – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan Grand Opening Tawa Mahjong di Kota Makassar, Kamis (29/10/2026).
Peresmian tersebut menandai hadirnya Tawa Mahjong sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memperkenalkan Mahjong sebagai olahraga pikiran atau mind sport.
Munafri mengapresiasi kehadiran Tawa Mahjong yang dinilainya dapat memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Makassar.
“Terima kasih banyak sekali. Saya hadir di acara ini dan saya melihat ada sesuatu yang luar biasa,” kata Munafri.
Munafri bahkan mengaku dirinya ikut tertarik dengan permainan Mahjong setelah diperkenalkan oleh Founder Tawa Mahjong, Baso Muhammad Ikram.
“Saya salah satu orang yang kena racun dari Pak Ikram ini. Sampai di rumah saya sekarang sudah ada meja Mahjong,” ujarnya.
Menurut Munafri, Mahjong tidak semata-mata menjadi permainan untuk mengisi waktu luang. Permainan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi sebuah olahraga yang memiliki prestasi.
“Saya juga mengajak semua orang untuk belajar. Ini bukan hanya sekadar untuk santai, tapi ini bisa menjadi prestasi,” tuturnya.
Dia menyebut Mahjong telah menjadi bagian dari olahraga yang dipertandingkan.
Karena itu, Munafri berharap kehadiran Tawa Mahjong dapat menjadi salah satu pionir perkembangan olahraga Mahjong di Makassar.
“Mudah-mudahan ini menjadi pionir dari perkembangan olahraga Mahjong yang ada di Kota Makassar,” katanya.
Munafri juga mengingatkan para penggemar Mahjong agar tetap mengatur waktu ketika bermain.
Dia menyebut permainan tersebut berpotensi membuat pemain lupa waktu karena terlalu asyik.
“Biasanya kalau main begini lupa waktu. Jadi lupa waktu karena keasyikan,” ucapnya.
Dia berharap aktivitas di Tawa Mahjong tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat berkembang secara positif di Kota Makassar.
Sementara itu, Founder Tawa Mahjong Baso Muhammad Ikram mengatakan pihaknya melihat Mahjong bukan hanya sebagai peluang bisnis, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai mind sport.
“Kami melihat Mahjong ini tidak hanya sekadar sebagai peluang usaha baru dari sisi bisnis, tetapi punya potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai mind sport,” kata Ikram.
Ikram menjelaskan Mahjong pada awalnya dikenal sebagai permainan tradisional yang berasal dari Tiongkok. Seiring perkembangan zaman, Mahjong kemudian berkembang dan dikenal sebagai olahraga pikiran.
“Mahjong itu basisnya di Tiongkok. Awalnya sebagai permainan tradisional, seiring berjalannya waktu menjadi olahraga pikiran,” jelasnya.
Menurut Ikram, konsep Mahjong sebagai olahraga pikiran memiliki kemiripan dengan permainan seperti catur yang mengandalkan strategi, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
“Mahjong ini tidak hanya sekadar permainan. Kami melihat Mahjong ini akan menjadi olahraga, olahraga pikiran sama seperti catur dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dia berharap perkembangan Mahjong di Indonesia ke depan dapat semakin terorganisasi melalui wadah yang menaungi olahraga tersebut.
Ikram juga mengajak masyarakat yang ingin mengenal Mahjong maupun menjadikannya sebagai aktivitas olahraga pikiran untuk datang ke Tawa Mahjong.
“Kalau kita mau bermain Mahjong, silakan datang ke Tawa Mahjong. Kalau mau berolahraga pikiran, silakan datang di Tawa Mahjong,” pungkasnya.(N)







