Oku Timur – detikperistiwa.co.id
Musibah kebakaran, amukan sijago Merah yang melalap tempat kediaman ( Rumah) berukuran ( 6 x 9 m) milik saudara Sukardi ( 56 ), pekerjaan petani dan istrinya Suriyem ( 52 ) ibu Rumah Tangga ( Agama Islam) warga masyarakat Desa Srimulyo ( RT, 16/ RW, 006 ), Kecamatan Belitang Mulya, kabupaten Oku Timur, provinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ) kejadian tersebut, terjadi pada malam Jum’at ( 02/ 09/ 2026 ) sekira pukul, 11. 30 wib.
Pertama kali diketahui musibah kebakaran di tengah malam yang sunyi, itu. Diketahui oleh tetangga korban yang masih terjaga belum tidur. Tetangga korban yang melihat kejadian tersebut, langsung berteriak meminta pertolongan tetangga, warga sekitar untuk minta pertolongan memadamkan Api yang sudah berkobar membesar serta menjalar membakar atas atap Rumah korban, dengan alat seadanya tetangga korban berusaha memadamkan kobaran Api. Tapi sayang, Karena kobaran Api yang sudah membara membakar Rumah korban sulit untuk dijinakkan/ pun di padamkan dengan peralatan seadanya warga setempatpun langsung menghubungi perangkat Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas ( Belitang II) dan petugas Damkar Belitang Mulya yang tiba di lokasi kejadian sekira pukul, 12. O0 wib. Babisa Desa setempat, Serma Suratno. Dari Anggota Danramil Belitang II dan Bhabinkamtibmas Desa setempat.
Bripka Dedy Irawan, S. E,. Dari Anggota kepolisian Polsek Belitang II, bersama petugas Damkar dari Belitang Mulya serta di bantu perangkat Desa setempat dan warga masyarakat sekitar berusaha bersama – sama untuk menjinakkan kobaran Sijago Merah tersebut. Berkat kerja keras dan kebersama pihak, Anggota Danramil, Polsek ( Belitang II), petugas Damkar Belitang Mulya, perangkat Desa dan warga masyarakat setempat. Sekira pukul, 12. 30 wib, akhirnya, amukan sijago Merah ( kobaran Api) dapat di padamkan. Dalam peristiwa musibah kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa dan di perkirakan kerugian korban berupa material ( Rumah yang terbakar sekitar 50% ) kalau di rupiahkan/ pun ditapsir, total kerugian sekitar/ pun mencapai sebesar RP. 40 Juta Rupiah.” Saat, terjadinya kebakaran awal saya tidak mengetahuinya karena saya sedang tidur.
Saat terbangun saya kaget mendengar teriakan tetangga dan melihat kobaran Api di atap Rumah. Dengan panik sayapun berteriak meminta pertolongan tetangga yang langsung ke lokasi untuk membantu saya. Kami sekeluarga tidak menyangka, akan terjadi hal tersebut. Memang pada sore harinya sesudah Sholat Magrib saya dan suami saya ketempat keluarga yang mengadakan Yasinan rutin setiap malam Jum’at. Selesai acara Yasinan kami berdua langsung pulang kerumah sekira pukul, 10. 00 wib, suami saya ijin keluar ada keperluan. Sayapun beristirahat di dalam kamar Rumah sendiri dan tertidur.
Karena kaget saya terbangun dan melihat kejadian itu. Memang Rumah kami berdampingan dengan tempat tinggal ternak Sapi kami yang berjumlah Tiga ekor masih kecil- kecil dan setiap malam tempatnya, di dalam kandang ternak Sapi tersebut di kasih diyang oleh suami saya. Kemungkinan Api tersebut berasal dari kandang ( tempat, tinggal ternak Sapi kami) yang juga sangat berdekatan/ pun gandeng jadi satu dengan Rumah kami. Untung saja saat kejadian ketiga sapi kami di dalam kandang di selamatkan oleh tetangga.
Walaupun Satu ekor Sapi tubuhnya mengalami luka bakar akibat kobaran Api tersebut,” Ucap istri korban kepada awak Media ” detikperistiwa.co.id” sat di lokasi kejadian. Untuk sementara waktu kejadian kebakaran Rumah korban tersebut, di duga kobaran Api berasal dari diyang dalam kandang ( Rumah) Sapi yang berukuran 3 x 3 m, milik korban Korban ( Ali Wardana).













