Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Tokoh masyarakat Mesidah mendesak pihak MYC agar segera memberikan izin pembangunan Jembatan Permanen Wih Kanis, Cemparam, Kabupaten Bener Meriah.
Kadis PU Bener Meriah, Fahmi, ST., MT., dalam keterangan rilisnya yang diterima media ini Sabtu, 3 Oktober 2026, terkait pembangunan jembatan lintas Wih Cemparam Mesidah, mengatakan bahwa dirinya sangat berharap penuh kepada pihak MYC agar memberikan izin kepada pelaksana pengerjaan.
Di sisi lain, menurut Ir. Mulyadi, ST., MT., bagian PPK 3.3, saat ini pembangunan jembatan tersebut sudah selesai lelang dan sudah ada penetapan pemenang. Akan tetapi, belum bisa teken kontrak karena sampai hari ini, 1 Oktober 2026, belum terbit izin MYC.
Menurutnya, apabila sampai tanggal 6 Oktober 2026 tidak terbit izin MYC, maka pembangunan Jembatan Permanen Wih Kanis Cemparam tidak dilaksanakan tahun ini, 2026, karena menurut Ir. Mulyadi, ST., MT., bagian PPK 3.3 tersebut.
Tahapan lelang Jembatan Wih Kanis mulai 18 Juni 2026 lalu hingga penetapan pemenang pada tanggal 18 September 2026. Kemarin, sesuai aturan LPSE katalog elektronik, paling telat tanggal 8 Oktober sudah teken kontrak. Saat ini menunggu terbitnya izin MYC. Apabila sampai tanggal 6 Oktober belum ada surat izin MYC, maka kami dari PPK tidak bisa berkontrak sehingga berpotensi Jembatan Wih Kanis tidak dikerjakan tahun 2026 ini.
Jembatan ini dengan dana Rp29 miliar yang terbagi Rp15 miliar untuk tahun 2026 dan Rp14 miliar untuk tahun 2027.
Sedangkan penjelasan tokoh masyarakat Mesidah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan melalui pesan selulernya kepada media ini.
Menurutnya, yang paling dikhawatirkan masyarakat saat ini adalah menghadapi musim panen kopi yang sudah dekat dan cuaca musim penghujan.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama sekaligus penghubung maupun lintasan masyarakat petani maupun pejabat, terutama petani dalam membawa hasil bumi, terutama kopi.
Dia mewakili keluhan masyarakat, terutama petani kopi, menyayangkan jika pembangunan jembatan permanen gagal tahun ini.
Karena menurut pria yang mengatasnamakan perwakilan tokoh masyarakat Mesidah tersebut, berharap kepada pihak PU untuk pekerjaan jembatannya segera dimulai karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak, selain daerah tersebut rawan longsor terutama di musim hujan.
Kalaupun saat ini telah dilakukan perbaikan badan jalan dengan rabat beton yang konstruksinya diprediksi hanya sesaat, tidak menjamin daya tahan cukup lama.
Sekali lagi tokoh masyarakat ini kembali menegaskan harapannya.
“Kami berharap pemerintah pusat, Kementerian PU dan Kementerian Keuangan, agar dengan segera mempercepat proses kontrak jembatan Cemparam Wih Kanis tersebut tanpa kecuali,” jelasnya.













