PIHAK SEKOLAH TAK HADIR SAAT PEMAKAMAN AQIB
Aqib telah dimakamkan. Namun, sejak mendengar kabar kepergiannya, ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan: apakah pihak sekolah hadir ketika bocah tujuh tahun itu dimakamkan?
Terlebih, setelah meninggal dunia, kasus Aqib kini dikaitkan dengan dugaan perundungan di lingkungan sekolah. Apakah ada permintaan maaf, rasa penyesalan, atau bentuk tanggung jawab yang disampaikan pihak sekolah kepada keluarga?
Untuk mencari tahu, saya mencoba menghubungi keluarga Aqib dan menanyakan kondisi setelah jenazahnya dibawa pulang dari rumah sakit hingga proses pemakaman.
Jawaban yang saya terima cukup mengejutkan.
Menurut tante Aqib, Kusyani (36), tidak ada perwakilan sekolah yang hadir saat pemakaman Aqib di Pemakaman Cikemplong, Kamis (1/10/2026) siang. Bahkan kepala sekolah juga tidak datang.
“Kalau saat pemakaman, dari pihak sekolah tidak ada yang datang. Perwakilan guru datang sore sekitar jam tiga,” kata Kusyani, Jumat (2/10/2026).
Saya kembali memastikan apakah kepala sekolah kemudian datang setelah pemakaman.
“Tapi kepala sekolahnya tidak datang,” ujar Kusyani.
Saya juga menanyakan apakah pihak sekolah pernah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga sejak Aqib meninggal.
Menurut Kusyani, hingga saat ini belum ada.
“Tidak pernah hadir sama sekali,” katanya.
Bahkan ketika perwakilan sekolah datang ke rumah keluarga pada Kamis sore, menurut Kusyani tidak ada ucapan permintaan maaf.
“Tidak ada kata maaf sih pas kemarin pihak sekolah ke sini,” tuturnya.
Saya kemudian menghubungi Kepala SD Negeri 1 Kebondalem, Erning Kustini, untuk meminta penjelasan langsung mengenai sikap sekolah setelah Aqib meninggal.
Pesan saya dijawab singkat.
“Maaf mas semua sudah saya serahkan ke kepolisian (Polres), dan ini masih dalam proses penyidikan,” jawab Erning.
Saya kembali bertanya apakah pihak sekolah merasa memiliki tanggung jawab atau penyesalan atas kejadian yang menimpa Aqib.
Namun, pertanyaan tersebut tidak mendapat jawaban.
Aqib meninggal dunia pada Rabu sore, 30 September 2026.
Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr M Ashari Pemalang sejak 17 September. Bocah kelas 2 SD itu mengeluhkan sakit pada bagian perut dan sekujur tubuhnya.
Pada Kamis siang, jenazah Aqib menjalani autopsi oleh Bidokkes Polda Jateng bersama Tim Inafis Polres Pemalang.
Setelah proses tersebut selesai, jenazah Aqib dibawa pulang dan dimakamkan keluarganya di Pemakaman Cikemplong, yang berada tidak jauh dari rumahnya di Kelurahan Kebondalem.
Masih banyak pertanyaan yang tersisa.
Bukan sekadar tentang siapa yang nantinya bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana pihak sekolah seharusnya bersikap ketika seorang anak yang masih duduk di kelas 2 SD meninggal dunia, sementara polisi masih menyelidiki dugaan perundungan yang disebut terjadi di lingkungan sekolah.
Untuk sementara, saya hanya dapat menyampaikan keterangan dari pihak keluarga dan respons yang diberikan pihak sekolah.
Selanjutnya, proses penyidikan kepolisian yang akan menentukan dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Aqib.
#aqib #sd #kebondalem #pemalang
Oleh: Mujihartono













