Jakarta – detikperistiwa.co.id
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah, serta dimeriahkan kehadiran atlet catur DKI Jakarta, Laysa Latifah, yang baru saja meraih gelar Women Grandmaster (WGM) usai bertanding di Olimpiade Catur 2026 di Uzbekistan bulan lalu. Ketua Percasi DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyerahkan bonus uang pembinaan sebesar Rp 50 juta kepada mahasiswa UNJ tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah mendukung penuh konsistensi kompetisi ini dalam mencetak pecatur berprestasi.
“Insya Allah lewat ajang ini nantinya akan lahir pecatur-pecatur andal yang bisa meraih predikat GM seperti Laysa karena memang latihan yang terbaik adalah banyaknya pertandingan yang digelar.
Dengan kepemimpinan Pak Kenneth, Insya Allah catur DKI akan bersinar,” kata Kepala Dispora Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah.
Laysa Latifah menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh yang diterimanya dari pengurus organisasi.
“Saya sangat berterima kasih ke Pak Kenneth karena mungkin ini pertama kalinya saya mendapatkan bonus ini dan juga sudah banyak dukungan yang telah diberikan beliau ketika saya keluar negeri, baik secara finansial ataupun support mental.
Saya bersyukur punya pemimpin seperti Pak Kenneth,” kata Atlet Catur DKI Jakarta Laysa Latifah.
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta menyelenggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, pada 3-4 Oktober 2026, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Ajang ini diikuti 420 peserta anak-anak hingga dewasa.
Turnamen ini menjadi wadah seleksi atlet yang akan mewakili kontingen DKI Jakarta pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten pada 23-29 Oktober 2026.
Selain memperebutkan tiket seleksi, panitia turut menyediakan total hadiah sebesar Rp 100 juta.
DKI Jakarta datang dengan status juara bertahan setelah sebelumnya mendominasi
Kejurnas Catur ke-50 Tahun 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat, melalui raihan enam medali emas, dua perak, dan enam perunggu.













