Bireuen – detikperistiwa.co.id
Sebanyak 17 grup dari 17 kecamatan ikut meramaikan festival yang berlangsung selama tiga malam, 5–7 Oktober 2026, di halaman Pendopo Bireuen.
Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen.
Festival meurukon memperebutkan Anugerah Bupati Bireuen dengan tema “Bireuen Kota Santri, Tanah Juang Pusaka Bangsa.”
Panitia Festival Meurukon, Azmi, S.Kom., M.M mengatakan, Meurukon merupakan seni tutur tradisional Aceh yang dapat menyampaikan syiar syiar agama kepada masyarakat
Pada malam pertama, Senin 5 Oktober 2026 tampil lima grup dari Kecamatan Pandrah, Gandapura, Samalanga, Peusangan Siblah Krueng dan Juli.
Malam kedua, Selasa, 06 Oktober 2026, giliran enam grup dari Kecamatan Kota Juang, Jangka, Peulimbang, Peusangan, Makmur dan Peudada.
Sedangkan malam ketiga, Rabu, 07 Oktober 2026, enam grup dari Kecamatan Kuala, Kuta Blang, Jeunieb, Peusangan Selatan, Simpang Mamplam dan Jeumpa akan tampil.
Panitia festival meurukon menyampaikan , setiap peserta wajib berdomisili di kecamatan yang diwakilinya. Ketentuan tersebut dibuktikan dengan fotokopi KTP atau KTA.
Festival tersebut, enam penyaji terbaik akan menerima Anugerah Kebudayaan berupa penghargaan dan uang pembinaan masing-masing Rp.5.000.000. ( lima juta rupiah )
Bagi 11 kecamatan yang masuk nominasi akan menerima Anugerah Kebudayaan, penghargaan dan uang pembinaan masing-masing Rp.1.000.000.( satu juta rupiah)
Pada malam ketiga peserta meurukon mampu menampilkan syair yang indah salah satunya peserta yang berasal dari Kecamatan
Simpang mamplam begitu juga peserta dari kecamatan lainnya
Akhirnya festifal Meurukon secara resmi ditup oleh Wakil Bupati Bireuen Ir.H Razuardi MT pada Rabu malam 7 Oktober 2026
Festival meurukon ini diharapkan dapat digelar setiap tahun sehingga seni tutur tradisional yang merupakan warisan budaya Aceh yang membawakan syiar syiar dapat lestari di bumi Kabupaten Bireuen
WAR.N













