Polemik Video Owner Fenny Frans, Mustadir Dg Sila Minta Pemberitaan Berimbang

Makassar, detikperistiwa.co.id – Mustadir Dg. Sila, suami owner Fenny Frans, angkat bicara terkait video live streaming yang beredar pada Selasa (13/10/2026) dan menjadi sorotan karena memuat ucapan mengenai wartawan dan pengacara.

Saat ditemui pada Kamis (15/10/2026), Mustadir menegaskan ucapan yang keluar dalam situasi tersebut bukan dimaksudkan untuk menghina dan menantang wartawan maupun pengacara. Dia menyebut emosi saat kejadian turut memengaruhi perkataan yang kemudian menjadi perhatian publik.

Mustadir meminta video yang beredar tidak dinilai hanya dari potongan tertentu. Dia menekankan pentingnya melihat rangkaian kejadian sejak awal agar alasan di balik ucapan tersebut tidak terlepas dari konteksnya.

“Kalau mau diangkat di berita, jangan sepotong. Berimbang ceritanya. Rekam layar dari awal, karena ada sebabnya sehingga kata-kata itu muncul,” ujar Mustadir.

Mustadir juga menyinggung penggunaan kata “pengacaramu” dalam percakapan tersebut. Dia menyadari pilihan kata itu dapat dipahami sebagai ucapan yang ditujukan kepada orang tertentu, tetapi meminta keseluruhan percakapan tetap diperhatikan sebelum menyimpulkan maksudnya.

Meski begitu, dia kembali membantah adanya niat untuk menghina atau menantang pihak tertentu.

Menurut dia, persoalan tersebut perlu dipahami berdasarkan situasi yang melatarbelakangi percakapan.

“Kalau dari saya, apa yang beredar di publik itu tidak seperti itu. Tidak ada sama sekali menghina, menantang juga tidak ada sama sekali,” tegas Mustadir.

Mustadir turut meminta rekan-rekan media menghubunginya apabila menemukan informasi yang berpotensi menimbulkan polemik.

Dia berharap konfirmasi dilakukan lebih dahulu untuk memastikan apakah pemahaman terhadap ucapan dalam video sudah sesuai dengan maksud sebenarnya.

“Tolong teman-teman media, kalau ada seperti itu, konfirmasi ke saya dulu. Apakah benar atau tidaknya seperti itu, apakah memang ada tujuannya seperti itu atau tidak,” kata Mustadir.

Terkait adanya informasi mengenai rencana pelaporan ke polisi, Mustadir menegaskan tidak akan menghalangi pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum. Dia menyebut keputusan untuk melapor merupakan hak masing-masing pihak.

“Saya tidak melarang mau melapor. Itu haknya orang. Kalau mau melapor, silakan,” ucap Mustadir.

Namun, Mustadir berharap pihak yang keberatan juga mempertimbangkan konteks lengkap sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Dia mengaku telah melihat video yang beredar dan menilai potongan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan situasi yang terjadi.

Dia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi anggapan bahwa dirinya atau owner Fenny Frans sengaja merendahkan profesi wartawan.

Mustadir menyebut dirinya berasal dari latar belakang sederhana sehingga tidak ingin merendahkan orang lain.

“Kita ini juga dari awal dari bawah. Saya sopir angkot. Jadi tidak bisa kita menghina seseorang,” tutur Mustadir.

Mustadir Dg.Sila berharap polemik tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Dia mengajak semua pihak mencermati informasi secara utuh dan tidak terburu-buru memberikan penilaian berdasarkan potongan rekaman.

“Semoga kita baik-baik saja semua. Kita harus cerdas melihat dan mencerna persoalan ini,” pungkas Mustadir. (N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain