Banda Aceh – detikperistiwa.co.id
Nurzahri Muhammad, Meuntroe Penerangan dan Juru Bicara Aceh Mardeka, menyerukan kepada seluruh rakyat Aceh, baik yang berada di Tanah Rencong maupun di perantauan, agar tetap menjaga marwah, memperjuangkan keadilan, dan tidak melupakan pentingnya persatuan.
Dalam seruannya, Nurzahri mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan rakyatnya. Sejarah tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi generasi sekarang untuk menjaga kehormatan negeri, menghormati adat dan budaya, serta peduli terhadap keadaan masyarakat.
Menurutnya, menjaga marwah Aceh bukan hanya tentang membicarakan sejarah, tetapi juga tentang bagaimana rakyat saling menghormati, membantu sesama, dan berani menyampaikan kebenaran. Persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat perlu mendapat perhatian serius dan diselesaikan secara adil.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak dijadikan alasan untuk saling bermusuhan. Kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Tanpa persatuan dan kepedulian, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan semakin sulit diselesaikan.
Kepada para pemimpin dan pemangku amanah, Nurzahri mengajak agar suara masyarakat didengar dengan sungguh-sungguh. Kondisi warga di pelosok gampong, termasuk mereka yang masih berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, tidak boleh luput dari perhatian. Rakyat membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.
Pesan khusus juga ditujukan kepada generasi muda Aceh. Ia berharap para pemuda membekali diri dengan ilmu, menjaga akhlak, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Pemuda hendaknya tidak mudah terprovokasi atau terjebak dalam perselisihan yang justru merugikan masyarakat sendiri.
Bagi Nurzahri, memperjuangkan keadilan harus tetap mengedepankan cara-cara yang bermartabat, menghormati hukum, dan menjaga keselamatan rakyat. Ketegasan dalam menyampaikan pendapat tidak harus berujung pada permusuhan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari ulama, tokoh adat, pemuda hingga para pemimpin, untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan membangun kehidupan Aceh yang lebih baik.
“Jaga marwah Aceh, tegakkan keadilan, lindungi rakyat, dan jangan pernah meninggalkan persaudaraan.”
Seruan tersebut ditutup dengan doa agar Allah SWT senantiasa melindungi Tanah Aceh, menyatukan hati rakyatnya, menjauhkan masyarakat dari fitnah dan perpecahan, serta memberikan kekuatan untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
ACEH BAN SIGOM DONYA.
NURZAHRI MUHAMMAD
Meuntroe Penerangan dan Juru Bicara Aceh Mardeka













