KARANGASEM | detikperistiwa.co.id
Polres Karangasem bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karangasem melaksanakan Kumpul Bersama Masyarakat. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan Karangasem bebas narkoba, pinjaman online (pinjol), dan judi online (judol). Kegiatan berlangsung di Lantai II Aula Kantor Kemenag Karangasem, Jalan Untung Surapati, Karangasem, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kegiatan ini dihadiri Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., Wakapolres Kompol I Nengah Sudiarta, S.Sos., Kasat Reskrim AKP Rifqi Abdilah, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Narkoba AKP I Nengah Sunia, S.H., Kasat Lantas AKP I Gusti Agung Mahaputra, S.H., M.H., Kasat Binmas AKP I Nengah Simpen, S.H., M.H., dan Kasi Propam IPTU I Nyoman Sudiarta.

Dari Kemenag hadir Kepala Kemenag Karangasem I Wayan Srinada, S.Pd., M.Si., Kasi Pinda Hindu Ida Bagus Wirawibawa, dan Kasi Bimas Islam Asmuni, S.Ag., M.Pd. Turut hadir perwakilan FKUB Kabupaten Karangasem, para Kepala KUA se-Kabupaten Karangasem, serta para Penyuluh Lintas Agama (PLA) dan Penyuluh Lintas Organisasi (PLO) KUA se-Kabupaten Karangasem sekitar 50 orang.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Karangasem I Wayan Srinada mengajak hadirin memanjatkan puji syukur atas kesempatan menerima kedatangan Kapolres Karangasem.
“Kedatangan beliau hari ini merupakan bukti nyata sinergi antara Polres Karangasem dengan kita semua, khususnya para penyuluh yang menjadi garda terdepan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan hukum. “Masih ada ruang untuk pendekatan hati, pendekatan pikiran, dan pendekatan keagamaan,” katanya.
Karena itu, para penyuluh diminta menjadi sosok yang kolaboratif, mengajak, mengimbau, dan merangkul masyarakat. “Tugas kita adalah menyampaikan informasi yang benar adanya, tanpa dicampuri kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. “Tidak ada maksud lain selain untuk menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi kita,” ucapnya.
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika menyampaikan bahwa Polri memiliki tugas pokok sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta menjaga Harkamtibmas dan menegakkan hukum. Menurutnya, selain permasalahan di tingkat internasional dan nasional, Karangasem juga menghadapi berbagai persoalan, seperti konflik sosial.
Saat ini, kata Kapolres, terdapat tiga ancaman besar yang dihadapi bersama: narkoba yang merusak generasi muda, judi online yang menghancurkan ekonomi dan keluarga, serta pinjaman online ilegal yang menjerat dalam utang.
“Ini bukan masalah pribadi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Para penyuluh memiliki peran penting untuk membina masyarakat agar menjauhi narkoba, judi online, dan lebih bijak menggunakan keuangan,” tegasnya.
Kapolres juga memberi perhatian khusus pada vape. Berdasarkan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tanggal 30 Oktober 2026, seluruh anggota Polri dilarang menggunakan vape.
“Vape juga rawan disalahgunakan sebagai media narkoba. Mari kita awasi keluarga dan lingkungan agar tidak terjerumus,” ajaknya.
Kapolres berharap kegiatan ini menjalin sinergi Polres Karangasem dan Kemenag untuk menjaga Karangasem tetap aman, sehat, dan kondusif.
“Ingat, masa depan keluarga kita terlalu berharga untuk dipertaruhkan. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” pungkas Kapolres.
Ia mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan 110, layanan 24 jam bebas pulsa, bila terjadi gangguan Kamtibmas. Kapolres juga menyebut program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang dapat disosialisasikan kepada masyarakat agar mendatangi wadah seperti LPK World Training Center (WTC).
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan penyuluh agama menyarankan agar sosialisasi seperti ini terus ditingkatkan untuk mempererat sinergi hingga tingkat bawah,” ungkapnya.
Sby







