Pidie – detikperistiwa.co.id
Isu tentang kesehatan mental pada remaja sedang ramai dibicarakan di masyarakat. Semakin meningkat kesadaran akan kesehatan mental, terutama pada remaja yang dikenal masih labil karena sedang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Selain dari permasalahan kesehatan mental, kebugaran jasmani pada remaja di era sekarang perlu dibicarakan dan dicarikan solusi yang nyata bagi para remaja. Kebugaran jasmani dan kesehatan mental diyakini dapat ditingkatkan melalui aktivitas fisik yaitu olahraga.
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kebiasaan olahraga terhadap kesehatan mental pada remaja. Jenis
penelitian yang digunakan yaitu literature review, dengan sumber literatur yang diambil dari jurnal yang didapatkan dari Google Scholar. Berdasarkan perbandingan dari 3 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai “Pengaruh Kebiasaan Olahraga Terhadap Kesehatan
Mental Remaja†didapat hasil pengaruh kebiasaan olahraga terhadap kesehatan mental remaja
yang memberikan dampak positif bagi remaja dan kesehatan mentalnya. Berbagai jenis olahraga
dapat dilakukan untuk menunmbuhkan kebugaran jasmani.
Aktivitas jasmani yang dilakukan
bagi remaja ini selain membantu dalam kesehatan secara fisik, tetapi juga psikologis. Dengan berolahraga, dapat menurunkan tingkat stress bagi remaja, yang berarti olahraga memberikan
dampak positif bagi kesehatan mental.
Kata Kunci: Olahraga, Kebugaran Jasmani, Remaja, Kesehatan Mental
PENDAHULUAN
Olahraga berasal dari kata olah yang berarti gerak dan kata raga yang berarti badan. Banyak
manfaat yang bisa diperoleh melalui olahraga, seperti menjaga kesehatan tubuh, mencegah
berbagai penyakit, dan meningkatkan kesehatan fisik. Olahraga didefinisikan di dalam KBBI
sebagai adalah gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh (seperti sepak bola,
berenang, lempar lembing). Olahraga menurut Dewan Olahraga Eropa merupakan aktivitas
spontan yang dilakukan secara bebas dengan mencari waktu luang untuk pergerakan tubuh demi
menjaga kesehatan jasmani dan rohani tiap manusia, yang nantinya tubuh akan terasa ringan dan
fresh, dengan bantuan suplai oksigen menuju otak tidak terhambat. Olahraga adalah suatu
kegiatan yang menggunakan unsur fisik untuk memperoleh kegembiraan dan memulihkan
kesehatan fisik dan mental. Selain itu, kegiatan olahraga bagi manusia dapat menjaga tubuh
dalam kondisi prima dan bugar. Dan Kegiatan olahraga juga membentuk jiwa sportif,
kepribadian, dan watak yang baik, yang pada akhirnya membentuk manusia yang berkualitas
(Ati Safitri, Imroatul Maghfiroh, Ahmad Khafis, 2021). Kebiasaan berolahraga berpengaruh
signifikan terhadap kebugaran jasmani, terutama intensitas, frekuensi, dan durasi latihan.
Membiasakan olahraga sangat membantu meningkatkan kebugaran, dan beberapa hal positif
tentang kebiasaan berolahraga dapat membantu untuk menyalurkan ekspresi mereka (Ilyas,
2020).
Remaja adalah usia di mana kita merasakan transisi (peralihan) dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa yaitu antara umur 12-13 tahun sampai umur 20-an, perubahan yang terjadi pada remaja
termasuk drastis pada semua aspek perkembangan, meliputi perkembangan fisik, kognitif,
kepribadian, dan kemampuan sosial. Remaja juga disebut “pubertasâ€, kata ini berasal dari bahasa
latin yang artinya “usia menjadi orang†periode di mana anak dipersiapkan menjadi individu
yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang
biak (Gunarsa, 2007: 27).
Kesehatan mental adalah bagaimana kondisi batin kita. Ketika kondisi batin kita berada dalam
keadaan tentram dan tenang sehingga memungkin kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari
dan menghargai orang di sekitar kita. Dengan kondisi mental yang kuat, seseorang dapat
menggunakan potensi atau kemampuan dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan
kehidupan, serta menjalani hubungan yang baik dengan orang lain. Sebaliknya, ketika kondisi
batin sedang tidak baik, maka akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir,
serta kendali emosi yang dapat memengaruhi perilaku ke arah yang negatif.
KAJIAN PUSTAKA
Sumber jurnal yang digunakan sebagai referensi dan perbandingan data diperoleh pada Google
Scholar. Merujuk pada kata kunci olahraga, kesehatan mental, dan remaja didapatkan 2 jurnal
internasional dan 1 jurnal nasional yang terkait dengan permasalahan. Untuk spesifikasi waktu
penelitian, diambil jurnal pada 4 tahun terakhir yaitu sekitar 2020-2023.
Penelitian terdahulu oleh Ahmad Chaeroni, dkk (2021), dilatar belakangi oleh permasalahan
rendahnya kebugaran jasmani dan kesehatan mental yang awalnya tren di kalangan usia lanjut
sekarang menjadi marak di kalangan remaja, maka perlu dicarikan solusi konkrit bagi remaja.
Dengan dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 44 remaja laki-laki umur 16-19 tahun
yang diikutkan dalam program aktivitas fisik selama 4 minggu. Program-program tersebut yang
diterapkan adalah 1) senam kebugaran jasmani dan aerobic, 2) program kebugaran mandiri saat
istirahat sekolah, push up, sit up, dan sebagainya, 3) aktif dalam mata pelajaran pendidikan
jasmani sekolah dan ekstra kurikuler.
Penelitian lainnya oleh Dedy Pranata dan Noortje Anita Kumaat (2022) dilakukan dengan
membandingkan hasil penelitian sebelumnya yang diambil dari 10 artikel dan jurnal (6 nasional
dan 4 internasional) dengan berbagai macam penelitian yang dilakukan di berbagai lokasi baik
dalam maupun luar negeri, diakses melalui Google Scholar dan Science Direct.
Pada penelitian oleh Sawitri Nopela (2021) dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian
sebelumnya yang diambil dari Science Direct dan Google Scholar dalam rentang waktu tahun
2010-2020 yang berkaitan dengan Pengaruh Olahraga Terhadap Tingkat Stres pada Remaja di
Masa Pandemi Covid-19 dan diidentifikasikan menggunakan PICO dan keyword yang telah
ditentukan.
METODE PENELITIAN
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelurusan literature atau literature review.
Literature review adalah deskripsi teori, hasil, dan penelitian lain yang digunakan untuk
merumuskan masalah yang sedang kita selidiki. Studi literatur atau penelitian kepustakaan
adalah studi yang mengkaji gagasan atau penemuan sastra yang berorientasi ilmiah, mengajukan
pertanyaan kritis, serta memberikan kontribusi teoritis dan metodologis terhadap suatu topik.
Sumber jurnal yang digunakan sebagai referensi dan perbandingan data diperoleh pada Google
Scholar. Merujuk pada kata kunci olahraga, kesehatan mental, dan remaja didapatkan 2 jurnal
internasional dan 1 jurnal nasional yang terkait dengan permasalahan. Untuk spesifikasi waktu
penelitian, diambil jurnal pada 6 tahun terakhir yaitu sekitar 2018-2023.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Didapatkan 3 artikel maupun jurnal sebagai literature utama dengan berbagai macam penelitian yang dilakukan di berbagai lokasi. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ahmad Chaeroni dari Universitas Negeri Padang, dkk dari Universitas Pendidikan Indonesia, mengambil
data dari sampel 44 remaja laki-laki umur 16-19 tahun yang diberi aktivitas fisik selama 4 minggu.
Penelitian lain dilakukan oleh Deny Pranata dan Noortje Anita Kumaat dari Universitas Negeri Surabaya, mengambil data dari literature review melalui 10 artikel maupun jurnal dalamrentang waktu 7 tahun terakhir.
Penelitian oleh Sawitri Nowela dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta yang mengambil data dari narrative view jurnal maupun artikel didapatkan dari dua database yaitu Science Direct dan Google Scholar pada rentang waktu tahun 2010-2020.
Substansi dari artikel dan jurnal penelitian termasuk judul, nama peneliti, dan hasil penelitian
dimasukkan dalam tabel sebagai berikut:
No Judul Peneliti Hasil
1 | Aktivitas Fisik: — Apakah | Ahmad Chaeroni, | Hasil yang didapatkan yaitu aktivitas Memberikan Dampak bagi | Nurlan Kusmaedi, | fisik memberikan dampak dan Kebugaran Jasmani — dan | Amung Ma’mun, | pengaruh baik bagi kesehatan mental Kesehatan Mental? (2021) Dian Budiana remaja, dengan standar deviasi pre-test 4.04781 berbanding 4.22391,yang berarti terjadi peningkatan kesehatan remaja.
2 1 Pengaruh Olahraga dan | Dedy Pranata, | Hasil dari penelitian literature
Model Latihan Fisik terhadap | Noortje Anita | review yang dilakukan terdapat 8 Kebugaran Jasmani Remaja: | Kumaat hasil peneitian yang menyatakan ada
Literature Review (2022) peningkatan kebugaran jasmani
setelah melakukan olahraga dan
model latihan fisik sedangkan 2 hasil
penelitian lainnya menyatakan tidak
ada pengaruh.
3 | Pengaruh Olahraga terhadap | Sawitri Nopela Berdasarkan pembahasan dengan Tingkat Stres pada Remaja di metode narrative review dengan Masa Pandemi Covid-19: menganalisis dari 10 jurnal Narrative Review (2021) mengenai Pengaruh OlahragaTerhadap Tingkat Stress Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 didapatkan hasil bahwa ada pengaruh olahraga terhadap penurunan tingkat stress pada remaja.
Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Ahmad Chaeroni, dkk (2021) dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 44 remaja laki-laki umur 16-19 tahun yang diikutkan dalam program aktivitas fisik selama 4 minggu.
Program-program tersebut yang diterapkan adalah 1) senam kebugaran jasmani dan aerobic, 2) program kebugaran mandiri saat istirahat sekolah, push up, sit up, dan sebagainya, 3) aktif dalam mata pelajaran pendidikan jasmani sekolah dan ekstra kurikuler.
Pre dan post test dilakukan untuk melihat kebugaran jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 16-19 tahun yang terdiri dari: 1) lari cepat jarak 60 m, 2) pull-up (pria) dan gantung siku (wanita), 3) sit up, 4) vertical jump, 5) lari jarak menengah (1200 m pria & 1000 m wanita).
Didapatkan hasil dari penelitian bahwa aktivitas fisik memberikan dampak dan pengaruh baik bagi kesehatan mental remaja, dengan standar deviasi pre-test 4.04781 berbanding 4.22391, yang berarti terjadi peningkatan kesehatan remaja.
Penelitian lain oleh Dedy Pranata dan Noortje Anita Kumaat (2022). Penelitian ini dilatar belakangi oleh ukuran kesuksesan dalam meingkatkan kebugaran jasmani yang tidak terlepas dari frekuensi latihan, intensitas latihan, dan lamanya latihan.
Frekuensi melakukan latihan 3-5 kali per minggu dengan lama latihan 20-60 menit dapat meningkatkan kebugaran jasmani seseorang. Perlu diperhatikan juga intensitas yang diterapkan dalam latihan yakni 60-90 & detak jantung maksimal. Keadaan dan ukuran latihan disesuaikan juga pada tujuan serta jenis latihan.
Durasi latihan untuk program kebugaran dan penurunan berat badan biasanya berlangsung 20-60 menit. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan analisis hasil beberapa penelitian dan model latihan fisik terhadap kebugaran jasmani remaja.
Hasil dari penelitian yang berdasarkan perbandingan dari beberapa penelitian sebelumnya, 8 dari 10-nya menyatakan ada peningkatan kebugaran jasmani setelah melakukan olahraga dan model latihan fisik.
Pada penelitian Sawitri Nopela (2021) dilatarbelakangi oleh dampak negatif dari upaya pemerintah dalam mencegah jumlah pasien Covid-19 yang semakin meningkat dengan gerakan social distancing dan karantina, yaitu stress. Stress ini dapat dialami oleh siswa/mahasiswa yangbiasa belajar di sekolah maupun kampus.
Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan penelitian-penelitian sebelumnya yang diakses melalui dua database yaitu Scient Direct dan Google Scholar pada rentang waktu tahun 2010-2020. Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui pengaruh olahraga terhadap tingkat stress pada remaja di masa
pandemic Covid-19. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini setelah analisis dan perbandingan dari 10 jurnal mengenai “Pengaruh Olahraga Terhadap Tingkat stres pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19†yaitu ada pengaruh olahraga terhadap penurunan tingkat stress pada remaja.
KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil perbandingan dan literature review dari ketiga rujukan jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, olahraga yang berbentuk gerakan model latihan fisik dapat
meningkatan kebugaran jasmani bagi remaja, terutama dalam keadaan tubuh yang sedang mengalami perubahan atau transisi melalui masa anak-anak menuju dewasa.
Berbagai jenis olahraga dapat dilakukan untuk menumbuhkan kebugaran jasmani. Aktivitas jasmani yang
dilakukan bagi remaja ini selain membantu dalam kesehatan secara fisik, tetapi juga psikologis. Kebiasaan berolahraga, dapat menurunkan tingkat stress bagi remaja, yang berarti olahraga
memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.
Dengan kesehatan mental yang baik, maka akan memudahkan kita dalam menggunakan potensi diri kita secara maksimal, karena ketika kesehatan mental kita baik maka kita berada dalam keadaan tentram dan senang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari yang dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Chaeroni, A. dkk (2021). Aktivitas Fisik: Apakah Memberikan Dampak bagi Kebugaran Jasmani dan Kesehatan Mental? 6(1), 1-9.
Pranata, D & Kumaat, N. (2022). Pengaruh Olahraga dan Model Latihan Fisik terhadap Kebugaran Jasmani Remaja: Literature Review, 102), 1-10.
Nopela, S. (2021) Pengaruh Olahraga terhadap Tingkat Stres pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19: Narrative Review. (Skripsi, Universitas “Aisyiah Yogyakarta, 2021). Diakses dari
http://digilib.unisayogya.ac.id/5896/
Andalasari, R. & Berbudi, A. (2018). Kebiasaan Olahraga Berpengaruh Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta IN, 5(2), 182-190.
Setyawan, IL, dkk (2021). The Effect of Stress with Sport Behavior in Faculty of Medicine Students During Pandemic Covid-19, 101), 241-24T.
Andriani, E. (2021). Pengaruh Olahraga Senam Aerobik Terhadap Skor Stress pada Remaja yang Bermasalah dengan Hukum di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Pontianak, 6(2), 3-6.


