Berita Kasus Tipikor ; Begini Tanggapan Pasangan Calon Gubernur 2024 Erzaldi Rosman Dan Yuri Kemal 

Berita Kasus Tipikor ; Begini Tanggapan Pasangan Calon Gubernur 2024 Erzaldi Rosman Dan Yuri Kemal

Detikperistiwa.co.id

Mantan Gubernur Babel periode 2017-2019 tersebut sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi mafia lahan yang menyeret PT Narina Keisha Imani (PT NKI).

Erzaldi Rosman juga disebut-sebut oleh saksi pada persidangan korupsi tata niaga komoditas timah yang sedang ditangani Kejagung RI, dengan total kerugian negara Rp300 triliun. Kamis (29/08/2024)

Menanggapi persoalan tersebut, pasangan Erzaldi Rosman Djohan, yakni Bakal Calon Wakil Gubernur Babel si Pilkada Bangka Belitung 2024 Yuri Kemal Fadlullah mengatakan, sebagai praktisi hukum, harus menilai dengan dasar asas seseorang tidak dapat dikatakan bersalah sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Baca juga: Yuri Kemal Siapkan Strategi Khusus Jika Burhanudin dan Ali Reza Mendukung Cagub Babel yang Berbeda

“Orang bisa berkata apa saja, orang bisa menghembuskan isu apa saja. Itu memang menjadi suatu hal yang lumrah dan sering terjadi ketika memang orang yang diisukan mau mencalonkan diri,” kata Yuri Kemal, Selasa (27/8/2024).

Yuri menegaskan, masyarakat silahan lihat saja seperti apa proses hukum nantinya. “Kalau misal dari Kejagung sendiri telah memberikan sikap, bahwa setelah nanti ditetapkan dia sebagai calon, automatis proses hukum apabila ada terhadap diri calon itu akan berhenti untuk sementara, sampai dengan akhir daripada masa (Pilkada,-red) itu,” jelasnya.

Terkait pemberitaan, Yuri melihat sampai sekarang tidak ada proses hukum yang terjadi terhadap Erzaldi Rosman Djohan, baik pada perkara mafia tanah yang menyeret PT NKI atau pun tata niaga komoditas timah.

“Saya pikir sebagai media ya boleh saja lah, itu kan hak masyarakat, (pers) mau memberitakan seperti apa. Yang tahu dalamnya, kita lihat lah, kita serahkan pada proses hukum,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak pernah membicarakan permasalahan tersebut dengan Erzaldi Rosman Djohan, walaupun mengetahui bahwa perkara tata niaga timah merupakan masalah utama di Babel.

Masalah tipikor tata niaga komoditas timah menyebabkan penurunan dan perlambatan ekonomi di Babel karena efek domino.

“Orang-orang masih mengidolakan timah sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Saya sih lebih banyak berdiskusi dengan Pak Erzaldi soal bagaimana membangun Bangka Belitung ke depan,” kata Yuri.”pty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://detikperistiwa.co.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0045.jpg