
Demo Jilid 2 di Desa Wuled: Warga Kembali Tuntut Kepala Desa Turun dari Jabatan
Wuled, 25 september 2024 – Ratusan warga Desa Wuled kembali menggelar aksi demonstrasi untuk yang kedua kalinya, mendesak agar kepala desa segera turun dari jabatannya. Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya, di mana warga menuntut kejelasan mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

Demo jilid dua ini diwarnai dengan orasi yang lebih lantang dan jumlah massa yang lebih besar. Warga yang merasa aspirasi mereka belum direspon dengan baik oleh pihak desa, kembali memadati jalan utama desa dan kantor kepala desa sambil membawa spanduk yang berisi tuntutan agar lurah segera mundur. “Kami tidak akan berhenti sampai kepala desa ini turun dari jabatannya. Kami butuh pemimpin yang transparan dan peduli dengan kesejahteraan warga,” ujar salah satu warga yang ikut serta dalam aksi.
Beberapa isu utama yang memicu kekecewaan warga adalah dugaan penyelewengan anggaran desa, pengelolaan bantuan sosial yang tidak merata, serta tuduhan diskriminasi terhadap warga yang berbeda pilihan politik. “Banyak program desa yang tidak berjalan dengan baik, Ini sangat merugikan kami sebagai warga,” tambah seorang warga lainnya.
Aksi demo jilid dua ini juga mendapatkan perhatian dari aparat keamanan setempat. Pihak kepolisian kembali turun ke lokasi untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berlangsung damai. Hingga siang hari, situasi masih terkendali meskipun tensi di lapangan cukup tinggi.
Sementara itu, kepala desa yang menjadi sasaran protes belum memberikan tanggapan langsung terhadap tuntutan warga. Namun, beberapa perangkat desa berupaya meredam ketegangan dengan membuka dialog terbatas bersama perwakilan warga. “Kami siap mendengarkan aspirasi warga, dan akan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini secara damai,” ujar seorang perangkat desa.
Warga berharap agar kali ini tuntutan mereka bisa segera ditindaklanjuti. Jika tidak ada langkah konkret, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi. “Jika kepala desa tidak segera turun, kami akan terus menggelar aksi sampai suara kami didengar. Kami butuh pemimpin yang jujur dan transparan,” tegas salah satu koordinator aksi.
Situasi ini menambah ketegangan di Desa Wuled, dan banyak pihak berharap agar solusi damai bisa segera tercapai agar desa bisa kembali kondusif.
(Agung Kabiro Pekalongan)


