Dosen Universutas Malikussaleh Hadir di Prince Songkla University: Membahas strategi Bisnis Era Digital dengan Business Model Canvas”

Songkhla – detikperistiwa.co.id

Dalam rangkaian kegiatan visiting lecturer yang diselenggarakan oleh Prince Songkla University, Dr. Fauzul Hakim H. S.E., M. EI dari Program Studi Ekonomi Syariah dan Muttaqien, S.E., M.S.M dari Program Studi Manajemen dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Malikussaleh, memperkenalkan konsep Business Model Canvas (BMC) kepada peserta dari berbagai negara.

Visiting lecturer yang bertemakan “Strategic Business Models in the Digital Era” ini dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai sektor industri yang tertarik untuk mempelajari cara merancang model bisnis yang efisien dan efektif menggunakan kerangka BMC.

Dalam presentasinya, Fauzul memaparkan bahwa Business Model Canvas adalah alat yang sangat berharga untuk merancang, menganalisis, dan mengelola model bisnis.

Ia menjelaskan bahwa BMC memungkinkan pengusaha dan manajer untuk memetakan sembilan elemen utama dalam sebuah bisnis dengan cara yang mudah dipahami dan visual.

Sembilan elemen tersebut meliputi: Segmen Pelanggan, Proposisi Nilai, Saluran Distribusi, Hubungan Pelanggan, Aliran Pendapatan, Sumber Daya Utama, Aktivitas Utama, Kemitraan Utama, dan Struktur Biaya.

Menurut Muttaqien, pemahaman yang mendalam tentang setiap elemen dalam BMC sangat penting, karena elemen-elemen tersebut saling terkait dan dapat mempengaruhi kinerja keseluruhan bisnis. Ia menegaskan bahwa BMC tidak hanya bermanfaat bagi startup atau perusahaan baru, tetapi juga relevan bagi perusahaan yang sudah mapan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan strategi bisnis mereka dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Sebagai contoh, mereka menunjukkan bagaimana BMC telah diterapkan dalam berbagai jenis industri, mulai dari teknologi, manufaktur, hingga layanan. Dalam setiap contoh yang diberikan, ia menyoroti bagaimana perusahaan dapat menggunakan BMC untuk memperbaiki efisiensi operasional dan merancang strategi yang lebih fokus pada kebutuhan pelanggan.

Salah satu contoh menarik yang dibahas adalah bagaimana startup teknologi menggunakan BMC untuk mengidentifikasi potensi aliran pendapatan baru dan menciptakan proposisi nilai yang lebih menarik bagi pelanggan.

Sesi visiting lecturer ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam analisis kasus bisnis.
Muttaqien memfasilitasi diskusi kelompok yang menganalisis beberapa studi kasus perusahaan, menggali bagaimana mereka dapat mengadaptasi BMC untuk menghadapi tantangan spesifik dalam bisnis mereka.
Salah seorang mahasiswa, Natthaphon S., yang merupakan mahasiswa jurusan Manajemen di Prince Songkla University, mengungkapkan bahwa konsep BMC yang dipaparkan oleh kedua pemateri tersebut sangat relevan dan bermanfaat bagi mereka yang berencana untuk memulai bisnis di masa depan.

“Saya sangat terkesan dengan penjelasan yang jelas dan praktis mengenai Business Model Canvas.

Sebelumnya, saya tidak menyadari betapa pentingnya menganalisis setiap elemen dalam model bisnis secara terstruktur. Kini, saya merasa lebih siap untuk merancang model bisnis jika suatu saat memulai usaha,” ujarnya.

Mahasiswa lain,
Sirinrat P., yang juga berasal dari jurusan Manajemen, menambahkan bahwa visiting lecturer ini membuka wawasan baru tentang bagaimana cara melihat bisnis secara menyeluruh.

“Selama ini, kami belajar tentang berbagai konsep manajemen, tetapi BMC memberikan cara yang lebih mudah dan visual untuk merancang strategi bisnis.

Saya merasa BMC bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam proyek-proyek bisnis kami ke depan, apalagi dalam era digital yang terus berkembang,” katanya.
“Business Model Canvas memberikan cara yang sederhana namun sangat efektif untuk memahami dan merancang model bisnis yang sukses.

Dengan menggunakan BMC, para pengusaha dapat dengan mudah mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan dan fokus pada solusi yang dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka,” ujar Muttaqien dalam presentasinya.

Sebagai penutup, kedua pemateri juga mengingatkan bahwa Business Model Canvas bukan hanya sekedar alat untuk merancang model bisnis, tetapi juga alat yang dapat membantu bisnis beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi.

Dengan memahami dan mengelola setiap elemen dalam BMC, pengusaha dapat menciptakan bisnis yang lebih resilient dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Acara ini ditutup dengan harapan besar agar visiting lecturer semacam ini dapat terus diselenggarakan untuk mendorong perkembangan pengetahuan dan inovasi dalam dunia bisnis. Prince Songkla University, sebagai tuan rumah, juga berkomitmen untuk terus menjadi wadah bagi pengembangan pendidikan dan penelitian dalam bidang manajemen bisnis di tingkat internasional.

Sebagai penutup, Natthaphon S.
menyatakan bahwa visiting lecturer ini memberikan dorongan bagi mahasiswa untuk lebih berpikir kreatif dan inovatif dalam merancang model bisnis.

“Kami sangat menghargai kesempatan untuk belajar langsung dari pakar seperti kedua pemateri tersebut.

Pengetahuan ini sangat berguna, terutama bagi kami yang sedang mempersiapkan diri untuk berkarir atau membangun bisnis di masa depan,” tutupnya.

(Ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?