Hari Donor Darah Sedunia di Jeunieb, Terkumpul 45 Kantong Darah, Pasien Thalasemia dan HD Butuh Perhatian

 

BIREUEN –Detikperistiwa.co.id

Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Jeunieb menggelar kegiatan donor darah di lapangan depan Puskesmas Jeunieb, Kamis (18/6/2026). Dari kegiatan tersebut berhasil terkumpul sebanyak 45 kantong darah dari para pendonor.

Ketua PMI Jeunieb, Irwandi, A.Md.Kep, mengatakan kegiatan donor darah rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

“Kami rutin mengadakan donor darah setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan darah,” ujar Irwandi.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, MM, tersebut juga dirangkai dengan pemeriksaan mata gratis yang didukung Klinik Mata Bireuen dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Kegiatan donor darah tersebut terlaksana melalui kerja sama PMI dengan sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bireuen, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Puskesmas Jeunieb, serta Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr Fauziah Bireuen. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin guna membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Sementara itu, Wardati, SKM, MKM, selaku penanggung jawab ruang Unit Pelayanan Darah (UPD) RSUD dr Fauziah Bireuen, menjelaskan saat ini stok darah golongan A, AB, dan B masih mengalami kekurangan. Kondisi tersebut antara lain disebabkan tingginya kebutuhan darah bagi pasien thalasemia dan pasien Hemodialisa (HD) yang harus menjalani cuci darah secara rutin.

Menurutnya, selain pasien HD dan thalasemia, banyak pasien lain yang juga membutuhkan transfusi darah sehingga stok darah di Bireuen kerap tidak mencukupi.

Wardati berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat mendorong budaya donor darah di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) melalui kegiatan donor darah secara berkala setiap triwulan.

“Selain pasien HD dan thalasemia, masih banyak pasien lain yang membutuhkan transfusi darah. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar ketersediaan stok darah tetap terjaga,” kata Wardati.

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah melalui imbauan kepada instansi dan ASN untuk membudayakan donor darah secara rutin akan sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, SH, MM, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut mendonorkan darahnya. Menurutnya, kegiatan donor darah secara rutin sangat penting untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan dan diharapkan dapat menjadi budaya di tengah masyarakat serta lingkungan instansi pemerintah.

(Erna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain