Denpasar – detikperistiwa.co.id
Penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Bali I Wayan Koster dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menjadi momentum penting dalam penguatan sinergi pusat dan daerah. Namun bagi DPW NCW Bali, momen ini sekaligus menjadi titik uji keseriusan negara dalam menjawab persoalan nyata di lapangan.
Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang (Donnox Wong), menyampaikan pernyataan keras bahwa publik tidak lagi membutuhkan seremoni atau komitmen normatif yang berulang, melainkan langkah konkret yang bisa diukur dan dirasakan langsung dampaknya.
“Kami tegaskan, ini bukan ruang simbolik. Jika tidak ada implementasi nyata, maka kesepakatan ini berisiko menjadi dokumen formal tanpa arti. Publik sudah terlalu sering melihat pola yang sama,” tegasnya.
Bukan Sekadar MoU: Ini Ujian Kredibilitas
NCW Bali menilai bahwa tantangan keimigrasian di Bali saat ini semakin kompleks, mulai dari:
Pengawasan aktivitas orang asing (WNA)
Kepatuhan terhadap izin tinggal dan usaha
Potensi pelanggaran administratif hingga dampak sosial-ekonomi
Dalam konteks tersebut, MoU ini dinilai bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan ujian nyata terhadap kredibilitas institusi negara dalam menegakkan aturan secara konsisten.
“Jika regulasi sudah ada namun tidak dijalankan dengan tegas, maka persoalannya bukan lagi pada aturan, tapi pada implementasi. Ini yang tidak boleh terus berulang,” lanjutnya.
Ultimatum Terbuka: Harus Ada Output Nyata
DPW NCW Bali secara terbuka menyampaikan ultimatum kepada seluruh pihak terkait agar kesepakatan ini segera diterjemahkan ke dalam langkah konkret, antara lain:
Operasi pengawasan terpadu yang berkelanjutan
Penertiban berbasis data dan transparansi
Koordinasi lintas instansi yang efektif dan terukur
Mekanisme evaluasi terbuka kepada publik
“Jangan berhenti di rapat dan penandatanganan. Harus ada output nyata. Jika tidak, publik berhak menilai bahwa ini hanya pengulangan dari pola lama,” tegas Donnox Wong.
NCW Bali Siap Mengawal dan Menguji
Sebagai bagian dari kontrol sosial, NCW Bali menegaskan akan:
Memantau implementasi kebijakan di lapangan
Menghimpun laporan masyarakat
Mendorong transparansi dan akuntabilitas
“Kami tidak dalam posisi menghakimi, tapi kami akan memastikan bahwa setiap komitmen diuji dengan realisasi. Ini bentuk tanggung jawab moral kepada publik,” ujarnya.
Pesan Keras: Negara Harus Hadir Nyata
Di akhir pernyataannya, NCW Bali menyampaikan pesan yang paling tegas:
“Bali adalah wajah Indonesia di mata dunia. Tidak boleh ada ruang gelap terang dalam penegakan aturan. Negara harus hadir—tegas, konsisten, dan transparan. Jika tidak, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sistem, jajaran internal yang harus kita pertahan marwah organisasi kepercayaan publik secara keseluruhan. Pungkas Donnox wong pada awak media .
