ADA DI BELITUNG TIMUR, PLTD EC (ELECTRISCHE CENTRALE) SEJARAH PEMBANGKIT LISTRIK TERBESAR DI ASIA TENGGARA 1927.
PLTD EC Belitung Timur, yang juga dikenal sebagai Electrische Centrale, dibangun pada tahun 1909 oleh perusahaan Belanda, NV Billiton Maatschappij. Pembangkit listrik ini awalnya digunakan untuk mendukung kegiatan penambangan timah di wilayah Belitung Timur dan kemudian menjadi sumber listrik untuk masyarakat umum.
Benar, PLTD EC Belitung Timur pernah menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Pada tahun 1927, kapasitas terpasangnya mencapai 7,5 MW, menjadikannya salah satu yang terbesar di wilayah tersebut saat itu.
PLTD EC Belitung Timur menggunakan mesin diesel yang diimpor dari Eropa, khususnya dari pabrikan seperti Werkspoor dan Stork Belanda. Mesin-mesin ini merupakan teknologi canggih pada masa itu dan dirancang untuk beroperasi dengan efisien menggunakan bahan bakar minyak diesel. Beberapa sumber menyebutkan bahwa mesin-mesin ini masih ada dan menjadi bagian dari sejarah industri di Belitung Timur.
EC (Electrische Centrale) di Belitung Timur memiliki kapasitas produksi listrik yang cukup besar. Pada masa jayanya, EC mampu menghasilkan listrik sebesar 150.000 megawatt untuk mendukung kegiatan penambangan timah dan kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, saya tidak menemukan informasi spesifik tentang produksi listrik harian EC dalam kilopoll atau kilowatt.
Catatan;
Saat ini bangunan ec tidak lagi ada, dirusak oleh tangan tangan yang rakus dan menjualnya menjadi beso tua.
Disitu tetansm nilai sejarah bagi masyarakatnya Belitung Timur yaitu kota Manggar.
23 Januari 2026
Jurnalis Detikperistiwa.
(Pitoy
Tsl)


