Akibat Bencana Alam Aktifitas Warga Bitung Jadi Sangat Terbatas

Bitung Sulut detikperistiwa.co.id

Curah hujan tinggi yang mengguyur kota bitung sulawesi utara pada hari minggu 24/8/2025 tanpa henti membuat kota bitung terjadi banjir dan air mencapai setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik di kecamatan maesa kota bitung, termasuk pusat kota bitung, sehingga walikota bitung Hengki Honandar, SE turun langsung ke lokasi banjir dan melakukan pemantauan di pintu saluran air yang sudah tertutup oleh sampah.Senin 25 Agustus 2025

demikian juga yang terjadi di kelurahan kakenturan satu kecamatan maesa komplex tanggul kakenturan jalan pekuburan, akibat derasnya air mengakibatkan anak-anak yang akan bersekolah pada hari senin 25/8/2025 sangat banyak yang tidak bersekolah akibat dari hujan yang turun tanpa henti pada hari minggu tersebut, sehingga membuat akses jalan satu-satunya yang akan di lalui warga setempat telah di genangi air hujan bercampur lumpur sehingga sulit untuk dilalui.

salah satu warga terlihat jelas pada senin 25)8/2025 mendukung anaknya untuk pergi ke sekolah , di ketahui keluarga Daleru Bawiling yang tinggal di daerah komplex tanggul kakenturan 1 ini dengan rela mendukung anaknya agar dapat pergi ke sekolah, “memang jalan sangat sulit di lalui air bercampur lumpur yang yang turun mengalir melalui tanggul dan mengalir melalui jalan yang kami lalui membuat aktifitas kami sangat terbatas, sebab akses jalan tanah ini satu satunya jalan yang kami lalui sehingga anak-anak di komplex ini banyak yang tidak bersekolah dikarenakan akses jalan satu satunya sudah di lalui air bercampur lumpur, kata salah satu warga di komplex tanggul jalan pekuburan tersebut yang tidak mau namanya di sebut.

dalam pantauan media ini bencana alam yang terjadi di kota bitung tentunya menjadi pembelajaran untuk warga kota bitung untuk dapat menjaga kebersihan, buanglah sampah pada tempatnya dan jangan membuang sampah sembarangan atau di saluran air/drainase agar tidak terjadi banjir,

terjadinya banjir di akibat kan banyaknya sampah plastik dari botol-botol plastik gelas aqua yang bertumpuk di saluran air sehingga air tidak jalan dan terjadi genangan air naik sehingga dapat terjadi nya banjir, sehingga dalam hal ini tentunya kembali dari kesadaran kita sendiri sebagai masyarakat kota bitung untuk menjaga kebersihan dan sampah plastik agar tidak di buang sembarangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://detikperistiwa.co.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0045.jpg