
Detikperistiwa.co.id – Lombok Barat – Dampak longsor yang memutus akses jalan di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, masih dirasakan warga hingga akhir Februari 2026. Ruas jalan yang amblas membuat mobilitas masyarakat tersendat, terutama bagi pelaku usaha dan warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai respons Pemerintah Kabupaten Lombok Barat belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Mereka menyebut, kondisi tanah yang belum stabil berpotensi memicu longsor susulan dan membahayakan pengguna jalan.
Ketua Perkumpulan Indonesia Bergerak, Erwin, mengatakan masyarakat mengharapkan langkah cepat dan terukur. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam situasi bencana.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah solusi nyata dan percepatan perbaikan, bukan sekadar peninjauan,” ujarnya, Minggu (28/2/2026).
Kritik juga datang dari Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat, Tontowi Jauhari. Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih fokus pada pemulihan infrastruktur dasar ketimbang membangun opini di ruang publik. Menurutnya, warga Sekotong bahkan harus bergerak secara swadaya untuk membuka jalur sementara agar aktivitas tidak sepenuhnya lumpuh.
DPD KASTA NTB mendesak Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, agar memastikan penanganan dilakukan secara serius dan transparan. Mereka meminta adanya kepastian waktu perbaikan permanen guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkup Pemkab Lombok Barat belum memberikan penjelasan resmi mengenai progres penanganan jalan amblas tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret agar kondisi di Sekotong dapat kembali normal.(red)


