Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan tidak lagi menggunakan ruang yang terdampak. Kebijakan ini diambil untuk mencegah risiko yang bisa mengancam keselamatan murid dan tenaga pendidik.
Kepala sekolah, Anwar, menyebut kondisi bangunan saat ini tidak memungkinkan untuk dipakai kegiatan belajar seperti biasa. Ia mengakui sekolah menghadapi keterbatasan ruang alternatif sehingga pengaturan kegiatan belajar menjadi tantangan.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan siswa tetap aman. Ia juga berharap ada dukungan segera dari pemerintah daerah agar kegiatan belajar tidak terganggu dalam waktu lama.
Laporan kerusakan telah diterima Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur. Sekretaris Dikbud Lotim, Lalu Bayan Purwadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dengan peninjauan lapangan untuk melihat langsung kondisi sekolah.
Ia menjelaskan, upaya perbaikan direncanakan melalui kolaborasi program pemerintah dan dukungan lembaga sosial yang bergerak di sektor pendidikan, termasuk Happy Hearts Australia. Selain itu, area yang rusak akan diamankan agar tidak diakses siswa.
Peristiwa ini menarik perhatian warga sekitar. Masyarakat berharap perbaikan dapat segera dilaksanakan sehingga proses belajar mengajar kembali normal.
Kejadian di SDN 4 Pandan Wangi menambah daftar perhatian terhadap kondisi infrastruktur sekolah di daerah. Banyak pihak menilai pemeriksaan berkala dan rehabilitasi bangunan pendidikan perlu menjadi agenda prioritas demi menjamin keamanan lingkungan belajar bagi anak-anak.(win)