Aceh Tengah – detikperistiwa.co.id
Babinsa Kampung Segene Balek, Serda M. Zulfadli, bersama Reje Kampung serta perangkat desa melakukan pengukuran lokasi jembatan Manunggal TNI dan Rakyat yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (24/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kampung Segene Balek, Kecamatan setempat.
Pengukuran dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan infrastruktur jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat dua kabupaten. Selain jembatan utama penghubung antarkabupaten, tim juga melakukan pengukuran jembatan kecil yang menghubungkan Kampung Segene Balek dengan Kampung Atu Gogop.
Serda M. Zulfadli mengatakan, kegiatan pengukuran ini bertujuan untuk memastikan data teknis di lapangan sesuai dengan kebutuhan pembangunan jembatan yang aman dan layak digunakan oleh masyarakat. Jembatan tersebut nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Adapun jembatan penghubung antarkabupaten yang diukur memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 7 meter. Untuk titik koordinat sebelah kanan jembatan berada di 4°42’44,79″ Lintang Utara dan 96°44’35,316″ Bujur Timur, sementara koordinat sebelah kiri berada di 4°42’41,322″ Lintang Utara dan 96°44’35,946″ Bujur Timur.
Selain itu, dilakukan pula pengukuran jembatan kecil penghubung antara Segene Balek dan Atu Gogop. Jembatan yang sebelumnya memiliki ukuran dasar sekitar 5 x 4 meter tersebut direncanakan mengalami pengembangan dengan panjang menjadi 57 meter dan lebar 7 meter, guna menyesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas warga.
Untuk jembatan kecil tersebut, koordinat sebelah kanan berada di titik 4°42’41,316″ Lintang Utara dan 96°44’37,434″ Bujur Timur. Sementara koordinat sebelah kiri tercatat pada 4°42’40,458″ Lintang Utara dan 96°44’38,808″ Bujur Timur.
Reje Kampung Segene Balek menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung rencana pembangunan jembatan ini karena akses penghubung tersebut selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses ke layanan pendidikan serta kesehatan.
Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah desa melalui program Manunggal TNI dan Rakyat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan pengukuran berlangsung dengan aman dan lancar, serta didokumentasikan sebagai bahan laporan dan tindak lanjut perencanaan pembangunan jembatan ke tahap berikutnya.(#)


