Bantuan Infrastruktur Jembatan Bailey, Pulihkan Akses Warga Desa Perigi

Lombok Timur | detikperistiwa.co.id 

Setelah sempat terisolasi akibat rusaknya jembatan penghubung, warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela kini mulai bernapas lega. Jembatan Bailey bantuan Kodam IX/Udayana resmi didatangkan dan mulai dirakit di lokasi pada Minggu (4/1/2026) sebagai solusi darurat pemulihan akses transportasi.

Kehadiran jembatan Bailey tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Sekretaris Daerah Lombok Timur HM. Juaini Taofik turun ke lokasi mewakili Bupati Lombok Timur, didampingi sejumlah kepala OPD serta Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. Ahmadi.

Kerusakan jembatan sebelumnya terjadi akibat banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025. Akibatnya, aktivitas masyarakat di wilayah seberang sungai terganggu, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.

HM. Juaini Taofik menjelaskan bahwa pemasangan Jembatan Bailey merupakan hasil koordinasi intens antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan unsur TNI. Menurutnya, solusi ini dipilih agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi terisolasi sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Ia menambahkan, jembatan darurat tersebut memiliki daya dukung yang cukup tinggi dan layak digunakan untuk kendaraan pengangkut kebutuhan masyarakat. Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan agar pengguna jembatan mematuhi aturan keselamatan demi menghindari risiko kecelakaan.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak proses pemasangan dimulai. Sebelumnya, masyarakat setempat bahkan membangun jembatan sederhana dari bambu secara gotong royong sebagai upaya bertahan di tengah keterbatasan akses.

Dengan terpasangnya jembatan ini, sekitar ratusan warga dari puluhan kepala keluarga kembali memiliki jalur penghubung yang memadai. Pemerintah daerah memperkirakan aktivitas warga akan berangsur pulih dalam waktu dekat.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendapatkan hak pemanfaatan Jembatan Bailey dalam jangka waktu tertentu. Selama masa tersebut, pemerintah akan mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. Ahmadi menyampaikan bahwa Jembatan Bailey merupakan aset milik Kodam IX/Udayana dengan status pinjam pakai. Setelah masa penggunaan berakhir, jembatan akan ditarik kembali untuk digunakan di daerah lain yang membutuhkan penanganan darurat.

Ia juga menegaskan bahwa spesifikasi teknis jembatan tersebut dirancang untuk kondisi bencana, dengan konstruksi yang kuat dan aman, sehingga mampu menunjang kebutuhan masyarakat hingga infrastruktur permanen terbangun.

 

 

(win)