Bencana Besar Taput: Akses Tarutung–Sibolga Lumpuh Total, 29 Warga Hilang, Pemerintah Kebut Evakuasi

TARUTUNG, detikperistiwa.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang selama tiga hari terakhir melumpuhkan enam kecamatan dan memutus konektivitas utama menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Informasi disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, didampingi TNI–Polri, BNPB, serta unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di halaman Kantor Bupati Taput, Kamis (27/11/2025).

Skala Kerusakan Meluas: Enam Kecamatan Terdampak Serius:

Bencana banjir melanda Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua, Siatas Barita, Tarutung, dan Parmonangan, dengan intensitas paling parah di Purbatua dan Pahae Jae.

Sementara itu, longsor besar menghantam Parmonangan dan Adian Koting, memutus akses, menimbun rumah, dan menyulitkan seluruh proses evakuasi.

Pemenuhan kebutuhan dasar, permakanan, dan logistik terus digeser ke titik-titik kritis, termasuk ke wilayah yang sebelumnya sempat terisolasi.

Jalur Tarutung–Sibolga Lumpuh: 30–40 Titik Longsor Belum Bisa Dibuka

Jalur vital Tarutung–Tapanuli Tengah–Sibolga putus total akibat 30–40 titik longsor.
Tim gabungan baru mampu menembus hingga Lobu Pining, sementara target pembukaan jalur hingga Adian Koting diprediksi membutuhkan waktu dua hari.

Ratusan warga dari Medan menuju Sibolga terpaksa meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki menuju Tarutung karena akses tertutup sepenuhnya.

Komunikasi Gelap, Listrik Mati :

Listrik dan jaringan telekomunikasi padam total di Adian Koting hingga Sibolga.
Perangkat Starlink dikerahkan untuk membuka komunikasi darurat agar koordinasi antara tim penyelamat tetap berjalan.

– 7 Tewas, 29 Hilang: Laporan Korban Terus Bertambah

– Data terbaru Tim Gabungan mencatat:

– 7 korban ditemukan tewas (2 di Parsikkaman, 5 di Sibalanga)

– 29 orang dilaporkan hilang di berbagai titik longsor dan aliran banjir

– Rumah tertimbun di Parmonangan, termasuk dugaan 5 warga yang tertimbun di area PLTMA

Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah mengingat medan sulit dan cuaca tidak stabil.

TNI–Polri Tambah Kekuatan, Evakuasi Balap Waktu

Kodam I/BB mengerahkan:

1 ekskavator

1 truk logistik

200 personel tambahan dari Mabes AD

Koramil dan Polsek di lokasi terdampak melakukan evakuasi nonstop, termasuk pengangkatan jenazah di Adian Koting yang hanya bisa dilakukan saat sinyal terhubung—itu pun bertahan sekitar 15 menit.

Kapolda Sumut dijadwalkan tiba melalui Bandara Silangit menggunakan helikopter untuk memimpin koordinasi di lapangan.

Status Tanggap Darurat: Posko Utama Dipusatkan di Pemkab Taput

BNPB telah menurunkan tim pusat dan menyiapkan dukungan penuh operasional.
Pemkab Taput menetapkan status Tanggap Darurat selama tujuh hari dan membuka opsi perpanjangan sesuai perkembangan situasi.

Imbauan Resmi Pemerintah meminta masyarakat:

– mengutamakan keselamatan diri,

– Tidak menyebarkan kabar tidak terverifikasi,

– menggunakan Call Center Resmi 0811-6164-5500 untuk laporan atau pencarian keluarga.

Selain jalur darat, pemerintah menyiapkan operasi udara melalui helikopter dan pesawat Hercules untuk percepatan distribusi bantuan dan evakuasi korban.

(DP/L.Tamp)