
Bireuen Krisis BBM Akibat Banjir: Ribuan Kendaraan Mengular, Warga Cemas Tanpa Kepastian Pasokan
Bireuen — Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda Kabupaten Bireuen, dipicu oleh banjir besar yang melanda Aceh selama tujuh hari terakhir. Gangguan pada jalur distribusi membuat pasokan BBM terhenti, menyebabkan ribuan warga berebut antrean di SPBU.
Sejak pukul 14.00 WIB hingga sekarang pukul 20.15 WIB, ribuan sepeda motor dan mobil terus mengular panjang di seluruh SPBU. Warga menunggu dalam kelelahan dan kecemasan, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan BBM akan tiba. Beberapa bahkan tetap bertahan di lokasi karena takut kehabisan giliran.
Pertamina dan Pemerintah Aceh belum memberikan penjelasan resmi mengenai waktu kedatangan pasokan baru, membuat banyak masyarakat semakin panik, sementara aktivitas harian dan ekonomi mulai lumpuh.
Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, mengecam kelambanan pemerintah dalam menangani krisis ini. “Banjir memang mengganggu jalur distribusi, tetapi rakyat tidak boleh dibiarkan menunggu tanpa kepastian selama berjam-jam. Pemerintah Aceh dan Pertamina wajib turun langsung memastikan suplai BBM segera masuk ke Bireuen,” tegasnya.
Arizal menegaskan bahwa pihaknya menerima banyak laporan mengenai SPBU yang kosong, antrean kendaraan yang mencapai ratusan meter, serta pedagang kecil yang terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki BBM. “Ini sudah menjadi krisis kemanusiaan. Rakyat tidak bisa bergerak. Negara harus hadir cepat,” ujarnya.
Di lapangan, situasi semakin memprihatinkan. Warga yang sudah menunggu berjam-jam mengaku tidak bisa melanjutkan aktivitas. “Sejak jam dua siang kami mengantre sampai sekarang sudah lewat jam delapan malam. Tidak ada kabar apa pun. Motor tidak bisa dipakai, anak-anak tidak bisa sekolah,” keluh seorang warga.
Para sopir angkutan umum dan ojek pangkalan juga kehilangan pendapatan harian karena kendaraan mereka terpaksa terparkir. Banyak yang berharap krisis ini segera ditangani sebelum kondisi semakin memburuk.
Kondisi BBM yang semakin langka akibat banjir ini menjadi peringatan serius bahwa sistem distribusi di Aceh membutuhkan penanganan lebih cepat, terkoordinasi, dan tangguh saat menghadapi bencana.
Detik peristiwa


