Cirebon – detikperistiwa.co.id
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Abadi dari Desa Durajaya, Kecamatan Gereget, Kabupaten Cirebon, telah menjalankan usaha budidaya ikan nila dengan sistem bioflok sejak tahun anggaran 2025. Usaha yang ramah lingkungan ini bukan hanya menjadi sumber pendapatan baru, tetapi juga contoh nyata kemandirian ekonomi bagi warga sekitar.
Direktur BUMDes Jaya Abadi, Suryadi, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di lokasi kolam budidaya pada Sabtu (17/1/2026).
“Kami memilih sistem bioflok karena memiliki keunggulan teknis, dan yang lebih penting, tenaga ahli yang mengelolanya berasal dari warga Desa Durajaya sendiri,” ujar Suryadi .
Ia menambahkan, tujuan utama pengembangan usaha ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Metode bioflok sangat efisien dan tidak merusak lingkungan, sehingga cocok diterapkan sebagai usaha berkelanjutan di desa kami,” jelasnya.
Diversifikasi Usaha untuk Kemandirian Desa.
Ahdi, Bendahara BUMDes sekaligus sebagai ahli teknis budidaya ikan nila sistem bioflok, menjelaskan proses produksi secara rinci.

“Dari penyebaran benih hingga panen memakan waktu sekitar tiga bulan. Kami menerapkan kepadatan optimal isi kolam,” katanya.
Menurutnya, sistem bioflok bekerja dengan memanfaatkan bakteri probiotik yang berperan mengubah limbah ikan menjadi biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami. Hal ini memberikan sejumlah keuntungan utama.
Saat ini, BUMDes masih menggunakan pakan ikan berbentuk pelet yang membuat margin keuntungan masih relatif kecil.
“Kami sedang mengembangkan pakan alternatif dari bahan lokal yang lebih murah. Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar di masa depan,” ungkap Ahdi.
Target panen awal di bulan februari bisa menghasilkan ikan yang melimpah. Ujarnya
Panen pertama yang dijadwalkan pada bulan Februari 2026 ditargetkan menghasilkan sekitar 1 kuintal ikan nila per kolam. Untuk pemasarannya, di utamakan untuk warga dan Pasar sekitar Desa Durajaya, sementara kelebihannya akan dijual oleh tengkulak yang sudah bermitra sama bumdes jaya abadi desa durajaya. Tutup. (Sujana)


