Bireuen – detikperistiwa.co.id
Bupati Bireuen H. Mukhlis ST melihat langsung kondisi SN (8) korban dugaan pelecehan seksual di Gampong Alue Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen pada Minggu 15 Maret 2026 sore.
Kehadiran orang nomor 1 di Bireuen tersebut didampingi PLT. Kadis DPMGPKB, Musni Syahputra, unit Perlindungan Perempuan, dan Anak (PPA), pihak Kecamatan dan perwakilan Polsek setempat yaitu melihat langsung kondisi SN setelah mengalami pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh MY pada akhir Desember 2025 lalu.
Dengan menahan kesedihan Bupati Bireuen mendengar cerita kronologis kejadian dari si anak dan ibu korban, selain itu Bupati juga memastikan korban mendapat keadilan Hukum serta mendapat pendampingan Psikologis dari Pemerintah.
Ketika Kehadiran H. Mukhlis bersama rombongan, korban terlihat ketakutan karena mengalami trauma berat setelah kejadian dugaan pelecehan yang dialaminya, namun setelah dijelaskan oleh orang tuanya bahwa yang hadir merupakan orang baik, korban baru bersedia menyalami para tamu.
Didampingi ibunya dan perangkat Desa setempat, Anak Yatim yang masih berusia 8 Tahun itu menceritakan apa yang dialaminya kepada Bupati Bireuen sambil menatap ke arah orang yang berkunjung ke rumahnya.
“Dia mengajak saya ke kebun durian serta mengimingi dikasih uang sambil mengancam agar tidak memberitahu siapapun kejadian itu,” cerita korban sambil menatap tamu yang hadir.
Sambil menangis ibu korban menceritakan apa yang dialami putri semata wayangnya, sembari memberitahukan kondisi korban setelah mengalami kejadian pelecehan yang mengalami trauma berat dan mengeluh kesakitan saat buang air kecil.
“Ini sangat biadab, pelaku tega melakukannya pada anak yang masih kecil, bagaimana masa depan anak saya, tidak bisa dibayangkan, tolong Pak Bupati, kondisinya saat ini sudah tidak stabil, kadang-kadang takut saat melihat orang, padahal dia merupakan anak berprestasi dan mendapat juara kelas di sekolahnya, tapi setelah kejadian ini, kondisinya kadang-kadang sudah linglung, dan mengeluh sakit saat pipis,” ungkap ibu korban sambil mengusap air mata
Ibu korban dan perangkat Desa setempat meminta kepada Bupati Bireuen agar pelaku yang saat ini masih berkeliaran untuk segera ditangkap dan dijatuhi hukuman setimpal agar jadi efek jera dan tidak terjadi kepada anak-anak lainnya.
“Setelah kejadian keluarga pelaku juga sempat mendatangi rumah korban untuk meminta agar laporan Polisi dicabut dan mencoba menempuh jalur damai, namun pihak Desa dan keluarga korban menolak mentah-mentah dan meminta pelaku segera ditangkap serta dijatuhi hukuman berat,” ujar salah satu perangkat Desa Alue
Bupati Bireuen H. Mukhlis mengatakan kehadiran di kediaman korban untuk melihat langsung kondisi SN dan kondisi keluarga yang saat ini masih tinggal di rumah milik penduduk setempat.
“Kalau benar, ini merupakan perbuatan terkutuk dan sangat biadab, palaku harus segera ditangkap, kita juga sangat sedih melihat kondisi korban yang mengalami trauma setelah kejadian itu,” ujar Bupati Bireuen
Bupati juga menyemangati korban dan ibunya agar bersabar dengan apa yang dialaminya, Pemkab Bireuen akan melakukan pendampingan untuk memulihkan psikologi si anak dan akan menjamin agar korban tidak putus sekolah serta mengawal proses hukum kepada pelaku.
“Untuk kedepannya korban akan didampingi secara kontinyue oleh Psikolog dari Pemkab dan Dinas Kesehatan baik untuk memulihkan trauma Psikis dan kesehatan,” ujar Bupati Mukhlis dengan nada sedih
Selain itu Bupati juga akan berkoordinasi dengan Kapolres Bireuen untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai jalur dan pelaku mendapat hukuman setimpal.
“Kasus ini sudah ditangani pihak Polres, kita harus bersabar menunggu proses penegak hukum, apalagi menurut informasi polisi sudah memanggil korban dan sejumlah saksi, jika terbukti pastinya pelaku akan mendapat hukuman yang setimpal,” tutur Mukhlis
Bupati sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi terhadap anak dibawah umur, seraya meminta para orang tua dan pendidik untuk menjaga anak-anaknya dari para pelaku pedofil.
“Kita menghimbau kepada semua orang tua untuk menjaga anak-anak, apalagi yang masih dibawah umur karena pelaku pedofil itu merupakan penyakit masyarakat yang hanya mengincar anak-anak, jangan takut dan segan melaporkan ke pihak berwajib Pemerintah akan hadir untuk mendampingi para korban,” pungkas Bupati Bireuen
Seperti diketahui, atas kejadian tersebut diduga pelaku berinisial MY yang merupakan warga Sp. Mamplam telah dilaporkan ke Polres Bireuen dengan nomor : STTLP/61/III/2026/SPKT/POLRES BIREUEN/POLDA ACEH Tgl 02 maret 2026, pihak Polres sejauh ini telah memanggil para saksi dan korban untuk dimintai keterangan dan mengumpulkan alat bukti
Korban dan pihak keluarga didampingi oleh kuasa Hukum dari Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bireuen dalam proses Hukum di Polres Bireuen
(Erna)


