Polri  

Dari Halaman Polsek, Driyorejo Menebar Manisnya Ramadan

Detikperistiwa.co.id 

Gresik, Jatim – Sore itu, halaman Polsek Driyorejo tak hanya dipenuhi kendaraan yang lalu lalang. Di bawah langit yang mulai berpendar jingga, ratusan paket takjil tersusun rapi. Warga yang melintas melambat, sebagian berhenti. Senyum dan sapa menjadi pembuka sebelum azan magrib berkumandang.

Komunitas Driyorejo Bersatu memilih lokasi yang tak biasa untuk aksi sosialnya. Bukan di alun-alun atau tepi jalan raya, melainkan di halaman kantor polisi. Di tempat yang identik dengan penegakan hukum itu, kebersamaan justru menjadi pesan utama.

Ketua Umum Driyorejo Bersatu, Heru Mustofa, mengatakan pembagian ratusan paket takjil pada Minggu (1/3/2026) bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol kolaborasi.

“Ramadan adalah momentum menyatukan. Kami ingin menunjukkan bahwa ruang-ruang formal seperti kantor kepolisian juga bisa menjadi ruang kebersamaan masyarakat,” ujar Heru di sela kegiatan.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara, pejalan kaki, hingga warga sekitar. Anggota komunitas, bersama personel kepolisian, tampak berdiri berjejer di pintu masuk halaman, menyerahkan paket dengan ucapan singkat, “Semoga berkah.”

Pilihan lokasi di halaman Polsek Driyorejo dinilai sarat makna. Selain strategis, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara masyarakat dan aparat. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Yang ada hanya semangat berbagi.

Beberapa pengendara mengaku terkejut sekaligus senang. “Biasanya lewat sini deg-degan, sekarang malah dapat takjil,” canda seorang pengendara.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Tidak ada dorong-dorongan, tidak ada kemacetan berarti. Panitia mengatur alur pembagian dengan rapi, memastikan semua berjalan lancar hingga paket terakhir tersalurkan.

Heru berharap aksi ini tidak berhenti pada seremoni. “Kami ingin Driyorejo benar-benar bersatu, bukan hanya dalam nama, tapi dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang kerap diwarnai perbedaan, sore itu Driyorejo memilih satu bahasa yang sama: berbagi. Dan dari halaman kantor polisi, pesan sederhana itu menyebar ke penjuru jalanan menjelang waktu berbuka. By