Dengan Penuh Toleransi yang Tinggi Polri dan Pecalang Bersinergi, Amankan Sholat Idul Fitri di Monang-Maning 

Denpasar | detikperistiwa.co.id 

Suasana hangat penuh toleransi mewarnai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Basket SMP Negeri 7, Jalan Gunung Rinjani, Monang-Maning, Denpasar, Sabtu (21/3/2026).

 

Di tengah khidmatnya ibadah umat Muslim, tampak sinergi kuat antara personel Polda Bali dan pecalang yang bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Sebanyak 30 personel Polda Bali yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung-2026 diterjunkan untuk mengamankan jalannya Sholat Idul Fitri. Pengamanan dipimpin oleh AKBP I Made Krishna Mahardika, S.H., M.H. dengan melibatkan berbagai satuan fungsi seperti lalu lintas, samapta, brimob, reskrim, intel, pamobvit, dan polairud.

 

Sejak pukul 06.00 WITA, personel telah bersiaga di sekitar lokasi untuk melaksanakan penjagaan serta pengaturan arus lalu lintas. Selain itu, petugas juga aktif melaksanakan patroli dan dialogis dengan masyarakat guna menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah.

 

Diperkirakan sekitar 1.500 jamaah hadir memadati lokasi untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri. Meski jumlahnya cukup besar, pelaksanaan ibadah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar berkat kesiapsiagaan petugas serta kesadaran masyarakat.

 

Yang menarik, kehadiran pecalang dalam pengamanan ini menjadi simbol nyata toleransi di Bali. Dengan penuh dedikasi, pecalang turut membantu mengamankan area, mengatur arus masyarakat, hingga memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan khusyuk.

 

Peran pecalang tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama yang telah lama menjadi budaya di Pulau Dewata.

 

Sinergi antara Polda Bali dan pecalang ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pendekatan yang tegas namun tetap humanis menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif.

 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan pecalang merupakan wujud nyata kebersamaan dalam menjaga keamanan dan kerukunan.

 

“Pengamanan ini tidak hanya menjadi tugas Polri, tetapi juga hasil kolaborasi yang harmonis dengan pecalang sebagai bagian dari kearifan lokal Bali. Kehadiran pecalang dalam pengamanan Sholat Idul Fitri menunjukkan bahwa toleransi di Bali bukan sekedar slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang humanis menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pengamanan, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran negara yang melindungi sekaligus mengayomi.

 

“Polda Bali bersama pecalang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, dengan mengedepankan sikap tegas namun tetap humanis, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegas Kabid Humas.

 

Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

 

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di mana pun berada. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa serta diberkahi kedamaian dan kebahagiaan,” tutupnya.

 

 

Sby

Hayo mau copy paste ya?