Bireuen – detikperistiwa.co.id
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan pelayanan kemanusiaan melalui kegiatan donor darah terbuka yang digelar di Alun-Alun Kota Bireuen. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan stok darah yang stabil dan berkelanjutan di daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga dari berbagai lapisan hadir dengan kesadaran penuh untuk mendonorkan darahnya secara sukarela. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kesadaran sosial sekaligus tumbuhnya budaya solidaritas di tengah masyarakat Bireuen.
Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Syahputra, SH (Obama), menilai bahwa partisipasi aktif warga merupakan fondasi utama dalam membangun sistem ketersediaan darah yang kuat dan mandiri. Menurutnya, donor darah bukan hanya aktivitas medis, melainkan bentuk nyata peradaban kemanusiaan.
“Ketika masyarakat sadar dan disiplin berdonor, maka kita sedang membangun sistem pertolongan yang menyelamatkan banyak nyawa. Inilah kekuatan Bireuen hari ini,” ujar Edi Syahputra.
Di bawah kepemimpinannya, PMI Bireuen mengedepankan pendekatan profesional, transparan, dan berbasis pelayanan publik. Ia menekankan bahwa ketersediaan darah bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut manajemen yang tertata, edukasi berkelanjutan, serta konsistensi gerakan sosial.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang publik seperti alun-alun kota dinilai memiliki nilai strategis karena mampu mendekatkan PMI dengan masyarakat serta membangun kesadaran bahwa donor darah adalah gaya hidup sehat dan amal kemanusiaan yang berkelanjutan.
Edi Syahputra berharap ke depan tidak ada lagi kekosongan darah di Kabupaten Bireuen. Dengan kedisiplinan masyarakat untuk berdonor secara rutin, ia optimistis kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit, korban kecelakaan, ibu melahirkan, dan penderita penyakit kronis dapat terpenuhi secara konsisten.
PMI Kabupaten Bireuen memastikan seluruh proses donor dilakukan sesuai standar medis dan protokol keselamatan yang ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan awal hingga pengelolaan distribusi darah ke fasilitas layanan kesehatan.
Dengan kepemimpinan yang visioner serta dukungan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya solidaritas, Bireuen dinilai memiliki modal sosial kuat untuk menjadi daerah dengan sistem ketahanan darah yang stabil dan unggul di tingkat regional. Gerakan ini bukan hanya tentang setetes darah, tetapi tentang komitmen bersama menjaga keselamatan dan kemaslahatan sesama.
Arizal Mahdi
Detik Peristiwa


