Belawan – detikperistiwa.co.id
Situasi keamanan di Kecamatan Medan Belawan, kembali menjadi sorotan publik. Dalam satu bulan terakhir ini bahkan satu hari bisa sampai dua kali sehari , dan tercatat sedikitnya lima kali dalam satu Minggu aksi tawuran berdarah antar kelompok pemuda yang menimbulkan korban jiwa dan luka berat,sampai memakan korban jiwa, Masyarakat menduga, konflik ini bukan sekadar perkelahian remaja biasa, melainkan bagian dari skenario besar yang diduga dikendalikan oleh para jaringan bandar narkoba. Selasa (22 /7/2025)
Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dan Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto telah menyampaikan bahwa penyebab utama tawuran di Belawan adalah narkoba dan perjudian. Pernyataan tersebut kini semakin mendapat pembenaran, seiring eskalasi kekerasan yang terus menerus terjadi atau menjamur .
Rentetan Tawuran dan Korban Jiwa
Tawuran terakhir pecah pada Kamis, 10 Juli 2025, di Jalan Simpang Cimanuk Rumah Tinggi, Simpang Gang 14, Kelurahan Belawan Satu.
Bentrokan menyebabkan kemacetan parah menuju Pelabuhan Belawan dan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
Sehari sebelumnya, bentrokan serupa juga terjadi antara pemuda Gang 7 dan Gang 10 di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan Dua.
Sebelumnya, pada 27 Juni 2025, tawuran antara pemuda Kampung Kolam, yang dikenal sebagai “Kampung Narkoba”dengan pemuda Jalan Belanak, menyebabkan satu pemudah AF (21) tewas akibat luka parah.
Pada 2 Juni 2025, peristiwa serupa melibatkan pemuda Gudang Arang dan Lorong Papan. HN (38) menjadi korban dengan kondisi luka bacok yang mengerikan hingga menyebabkan ususnya terburai.
“Penyebab Tawuran dan pasti Ada Dalangnya”
Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, dan agama meyakini tawuran di Belawan dikendalikan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan menjaga kondisi Belawan tidak kondusif guna melancarkan peredaran narkoba dan aktivitas kriminal lainnya.
“Sudah bukan rahasia umum, Belawan darurat narkoba dan perjudian. Tawuran hanya cara untuk menutupi peredaran narkoba. Saat suasana ricuh , para bandar bebas menjalankan aksinya,” kata salah satu masarakat yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia juga melontarkan kritik tajam kepada tokoh-tokoh yang hanya muncul menjelang momentum politik atau proyek.
“Tak ada lagi tokoh panutan, yang ada hanya tokoh tontonan. Kalau menilai tokoh dari sisi ekonomi saja, bukan akhlaknya, jangan heran Belawan terus hancur,” tegasnya.
Kritik Pedas terhadap Aparat
Kekecewaan juga ditujukan kepada institusi keamanan yang dinilai tidak tegas dalam penindakan. Belawan, meski dikelilingi banyak institusi seperti TNI AL, TNI AD, Lantamal, Polres, dan Kejaksaan, dinilai tak mampu menjaga keamanan warganya atau tidak kondusif.
Dedy Satria Ainal, A.Md, Ketua Umum Anak Belawan Bersatu (ABB), menduga kekacauan ini bisa jadi bagian dari strategi terselubung untuk menggeser masyarakat dari wilayah industri.
“beberapa belan yang lalu Kapolres dilempar, Kapolsek cedera, bahkan mobil wakil anggota dewan DPRD Sumut pun dirusak, lalu di mana harga diri aparat negara?” katanya.
Seruan untuk FGD dan Konsolidasi
Tokoh masyarakat H. Irfan menyerukan dilakukannya Forum Group Discussion (FGD) lintas elemen tokoh masyarakat, ormas, OKP, tokoh agama, serta aparat keamanan—untuk mencari solusi bersama atas konflik Belawan.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Ustaz Muhammad Nabawi, yang menilai kemerosotan moral pemuda akibat narkoba, judi, dan miras harus diatasi kalau bisa di berantas sampai akarnya dan pihak pemerintah setempat harus membuka lapangan kerja serta fasilitas rehabilitasi di kota Belawan.
Ustaz Muhammad Nabawi, mengajak semua elemen harus untuk serius menangani persoalan yang tak kunjung usai dan telah banyak memakan korban jiwa.
Sementara itu, Devin Hutabarat, S.Kom, Ketua DPP Sapma Pejuang Batak Bersatu, mendesak Kapolri dan Kapolda Sumut agar menginstruksikan tindakan tegas kepada jajaran bawahannya.
1. Razia besar-besaran terhadap tempat transaksi narkoba di Medan Belawan.
2. Evaluasi terhadap Plt Kapolres Pelabuhan Belawan ,Kasat Narkoba,dan kasat Reskrim pelabuhan Belawan”
3. Penangkapan kurir dan bandar besar serta oknum yang membekingi peredaran narkoba d an perjudian.
4. Dukungan penuh terhadap Dir Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, M.H.
5. Mendesak Gubernur dan Wali Kota Medan untuk lebih aktif menciptakan sistem keamanan yang konkret.
Mobil wakil Anggota DPRD Sumut Dilempar, Keamanan nya dipertanyakan oleh pihak APH
Insiden pelemparan batu ke mobil wakil anggota DPRD Sumatera Utara saat melakukan kunjungan kerja (kundapil) menjadi bukti nyata bahwa situasi keamanan di Belawan sangat tidak kondusif sekali. Banyak warga merasa terancam dan kehilangan harapan atas masa depan daerahnya.
“Kalau memang sudah ada permainan dalam konflik di kota Belawan, rakyat berhak tahu. Kalau tidak, ayo duduk bersama cari solusi. Tapi jangan diam saat kampung halaman terbakar,” tegas H. Irfan.
Peran Media dan Harapan Terakhir Warga
Tokoh masyarakat menyerukan agar insan pers tidak diam dan terus menyuarakan keresahan masyarakat. Media diminta berani membuka fakta di lapangan tanpa ada rasa takut dan tampa ada tekanan.
Warga Belawan menaruh harapan besar pada Kapolres, Kapolda, hingga Mabes Polri agar segera cepat turun tangan dan menangkap para bandar besar narkoba yang diduga menjadi dalang penyebab salah satu kerusuhan. (Red/Ade Saputra)