DPRD Lombok Timur Tanggapi Dugaan Bullying Siswa SD, Dorong Investigasi dan Perlindungan Anak

Kursi kosong warnai sidang paripurna DPRD Lombok Timur - ANTARA News MataramDetikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Dugaan tindakan perundungan yang melibatkan seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Lombok Timur memicu perhatian serius dari kalangan legislatif daerah. DPRD Lombok Timur menilai persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis anak, Kamis (05/02/2026).

Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik. Ia menilai setiap laporan terkait dugaan kekerasan perlu direspons dengan langkah yang terukur dan transparan.

Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat masih simpang siur. Ada laporan yang menyebut insiden terjadi akibat kecelakaan biasa, namun ada pula yang mengarah pada dugaan perlakuan tidak menyenangkan dari sesama siswa. Perbedaan keterangan tersebut mendorong DPRD untuk meminta penelusuran menyeluruh.

Komisi II DPRD Lombok Timur disebut telah menyiapkan langkah pendalaman guna memperoleh fakta yang akurat. Sejumlah lembaga terkait perlindungan anak, seperti DP3AKB dan LPA, diharapkan terlibat dalam memberikan pendampingan, khususnya untuk memastikan kondisi mental anak tetap terjaga.

Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan di sekolah. Tenaga pendidik diharapkan lebih peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekolah agar potensi konflik antar siswa dapat dicegah sejak dini.

Anggota Komisi II DPRD Lombok Timur, Dr. Ust. Djamaluddin, menyampaikan bahwa dampak perundungan pada anak bisa berlangsung lama dan memengaruhi kepercayaan diri korban. Ia menekankan bahwa penyelesaian kasus yang melibatkan anak harus mengedepankan pembinaan.

Pendekatan yang berorientasi pada pemulihan dinilai lebih tepat dibanding sekadar pemberian sanksi. Konsep keadilan restoratif dipandang dapat membantu memperbaiki keadaan sekaligus memberikan edukasi bagi semua pihak.

Dalam waktu dekat, DPRD Lombok Timur berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan pihak sekolah, UPTD, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Forum tersebut akan digunakan untuk mengklarifikasi kejadian sekaligus mengevaluasi langkah pencegahan di sekolah.

Legislatif daerah berharap sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai karakter dan etika dapat menjadi benteng utama untuk menekan kasus perundungan di kalangan pelajar.(win)