DTH Sudah Cair, Rumah Sementara Disiapkan, Mengapa Pendemo Tetap Bertahan di Tenda?

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) korban banjir menggelar aksi dengan mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen sebagai bentuk tuntutan agar pemerintah segera menyediakan hunian sementara (Huntara) bagi mereka.

Aksi tersebut menarik perhatian publik karena para pendemo diketahui telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) yang diberikan pemerintah untuk membantu biaya sewa rumah sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) selesai.

Secara aturan, dana tersebut diperuntukkan agar para korban dapat menyewa rumah sementara sehingga mereka tidak lagi harus tinggal di tenda sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun.

Kelima kepala keluarga tersebut bahkan telah bertemu langsung dengan Bupati Bireuen untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dalam pertemuan itu, bupati telah menawarkan sejumlah solusi agar para korban dapat tinggal sementara di tempat yang lebih layak.

Namun demikian, para pendemo tetap menolak solusi yang ditawarkan dan bersikeras meminta pembangunan hunian sementara. Mereka memilih tetap bertahan di tenda yang telah mereka dirikan di halaman Kantor Bupati Bireuen.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada para korban banjir.

“Dana Tunggu Hunian sudah disalurkan kepada para korban. Dana ini diperuntukkan agar mereka bisa menyewa rumah sementara sehingga dapat tinggal dengan layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap selesai,” ujar Hanafiah saat jumpa pers bersama wartawan, Jumat malam di gazebo Pendopo Bupati Bireuen.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen juga telah menyiapkan alternatif tempat tinggal sementara bagi para korban banjir. Bahkan rumah untuk ditempati sementara sudah disediakan sebagai solusi agar para korban tidak perlu tinggal di tenda.

Namun para pendemo tetap memilih bertahan di tenda yang mereka dirikan di halaman kantor bupati.

Jumpa pers tersebut turut dihadiri oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen Muhajir Juli, Camat Peusangan Alfian S Sos, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen Doli Mardian, SE, MSM, serta Kabag Prokopim Setdakab Bireuen Mursyidin, S.Sos.

Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan akan terus berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap, termasuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi para korban banjir agar mereka dapat segera menempati rumah yang lebih aman dan layak.

(Erna)