Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyerahkan pengelolaan fasilitas air bersih hasil Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2025 kepada empat desa penerima manfaat. Penyerahan tersebut dilaksanakan dalam sebuah pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur pada Rabu (11/3/2026).
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan bahwa pembangunan sarana air bersih merupakan salah satu langkah penting pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendukung peningkatan kesehatan lingkungan.
Menurut Bupati, momentum bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah desa agar menjaga serta merawat fasilitas air bersih yang telah diserahkan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan fungsi sarana tersebut sangat bergantung pada kesadaran bersama dalam melakukan pemeliharaan secara rutin.
Ia juga mengingatkan para kepala desa agar tidak hanya merasa bangga saat menerima bantuan infrastruktur, namun juga bertanggung jawab dalam memastikan pengelolaannya berjalan dengan baik. Menurutnya, jika pemeliharaan diabaikan, kerusakan yang terjadi di kemudian hari akan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar untuk diperbaiki.
Selain itu, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan Pamsimas harus tetap berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat desa, termasuk saat berlangsungnya pemilihan kepala desa. Untuk itu, desa diminta segera membentuk pengurus pengelola yang bersifat independen serta menetapkan peraturan desa yang mengatur kontribusi masyarakat untuk biaya operasional dan perawatan fasilitas.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga tengah merancang upaya peningkatan layanan air bersih dengan menargetkan sekitar 7.000 sambungan rumah tangga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi berkurangnya debit air ketika musim kemarau.
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian sumber air dengan memperhatikan kondisi lingkungan, baik di wilayah hulu maupun hilir. Menurutnya, perlindungan terhadap ekosistem sumber air sangat penting untuk memastikan ketersediaan air dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas Pamsimas di empat desa tersebut merupakan hasil kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, serta tim fasilitator yang telah mendampingi sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian pembangunan pada akhir tahun 2025.
Fasilitas yang diserahkan meliputi dua unit sumur bor, menara penampung air, jaringan perpipaan sepanjang sekitar 10,7 kilometer, serta 416 sambungan rumah yang kini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga melaporkan perkembangan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan yang saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Kasi Pelaksana Wilayah II Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Barat, Eko Prabowo. Ia menilai pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah NTB, termasuk di Lombok Timur, terus menunjukkan perkembangan positif.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan fasilitas yang telah dibangun menjadi faktor penting dalam memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, keberhasilan pengelolaan juga akan menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan dukungan program dan alokasi anggaran di masa mendatang.
Adapun program Pamsimas 2025 di Lombok Timur dilaksanakan di empat desa, yakni Desa Kotaraja, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Kalijaga Tengah, dan Desa Bagik Payung Timur. Program ini diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.(win)


