Gubernur NTB Kunjungi Stand Kemenag Aceh, Kagumi Kopi dan Budaya Gayo

Takengon – detikperistiwa.co.id

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int., bersama istri dan rombongan mengunjungi Stand Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh pada Minggu sore, 26 Oktober 2025. Kunjungan tersebut menjadi rangkaian pamungkas dalam agenda kunjungan kerja Gubernur NTB di Aceh.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Koordinator Stand Kemenag Aceh, H. Wahdi, M.S., M.A., bersama Kepala Kankemenag Kabupaten Aceh Tengah, Desilusiana, S.K.M., serta sejumlah anggota tim antara lain Azmi dari Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Riadiyansyah, S.E. (Kasubbag TU Kankemenag Bener Meriah), Hasyimi, S.Ag., dan Bunda Purnama, S.E. (Kankemenag Aceh Tengah).

Dalam suasana penuh keakraban, penyambutan ditandai dengan penyematan “Sal”, selendang khas Dataran Tinggi Gayo, kepada Gubernur NTB dan rombongan. Setelah prosesi penyambutan, tim stand Kemenag memperkenalkan beragam produk unggulan UMKM Aceh, khususnya Kopi Arabika Gayo dengan berbagai varian cita rasa seperti wine, blend, peaberry, natural, luwak liar, specialty, dan original, serta produk kerajinan tangan khas Kerawang Gayo mulai dari topi jembolang hingga gelang tangan.

Sambil menikmati seduhan Kopi Arabika Gayo varian “wine”, Gubernur Iqbal tampak terkesan dengan cita rasanya yang khas. Ia bahkan menyebut bahwa varian tersebut menjadi salah satu favoritnya. Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB juga menunjukkan kekagumannya terhadap kearifan lokal masyarakat Gayo dengan membacakan bait amanah leluhur tentang filosofi penanaman kopi.

Bait adat yang dibacakan berbunyi, “Siti kewe, kunikahen ko orumkuyu, waih kin walimu, tanoh kin saksimu, lao kin janyi kalam mu.” Menurut H. Wahdi, M.S., M.A., bait tersebut sarat makna filosofis tentang hubungan manusia dengan alam, menggambarkan bahwa proses menanam kopi tidak terlepas dari empat unsur kehidupan yakni angin, tanah, air, dan cahaya matahari sebagai rahmat Allah SWT.

“Filosofi ini mencerminkan bahwa setiap tetes kopi adalah hasil kerja keras petani yang berpadu dengan anugerah alam,” ujar Wahdi menjelaskan makna bait tersebut kepada Gubernur NTB.

Di akhir kunjungan, Gubernur Iqbal yang dikenal berasal dari provinsi penghasil mutiara laut dan tawar serta memiliki Sirkuit Mandalika itu menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas Kopi Arabika Gayo yang disebutnya sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Ia juga mengundang tim Kemenag Aceh untuk berkunjung ke NTB dan menikmati panorama alam daerahnya yang indah dan asri.(#)