Hatam Al‑Qur’an dan Bersholawat, Menjadi Rangkaian Selamatan Desa Petung Dengan Yang Bertepatan Momen Hari Sumpah Pemuda.

Jember detikperistiwa.co.id

Selamatan Desa Petung digelar dengan nuansa yang istimewa karena bertepatan dengan momen peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan diawali dengan acara khatam Al‑Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama yang diikuti oleh warga, tokoh agama, dan pemuda desa.

Rangkaian kegiatan ini mengemas dua nilai sekaligus: nilai spiritual melalui khatam Al‑Qur’an dan sholawat, serta nilai persatuan yang menjadi inti semangat Sumpah Pemuda. Selamatan desa diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur warga atas keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan desa, sekaligus mengajak generasi muda meneladani semangat persatuan dari para pemuda terdahulu.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Petung Mohammad Ridwan dalam hal ini diwakili dr. Miftahus Sa’diyah S.Pd, M.Pd., menyampaikan harapan tulus agar berbagai kegiatan keagamaan di Desa Petung dapat terus berkembang dan berjalan secara berkelanjutan. Beliau menuturkan kegiatan seperti khatam Al‑Qur’an dan sholawat bersama bukan hanya mempererat kerukunan antarwarga, tetapi juga menanamkan nilai‑nilai luhur kepada generasi muda desa.

Semoga kegiatan keagamaan seperti ini bisa rutin diselenggarakan, semakin banyak warga terutama pemuda yang terlibat, dan menjadi warisan positif yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Petung.

Kegiatan ini sekaligus menyelaraskan semangat persatuan Hari Sumpah Pemuda dengan nilai‑nilai keagamaan untuk memperkuat kebersamaan seluruh lapisan warga desa. Ujarnya.

Sementara Habib Isa Al Mahdi, Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin dari Kecamatan Puger, saat memberi sambutan menyampaikan doa terbaik khusus untuk seluruh warga Desa Petung. Beliau mendoakan agar Desa Petung senantiasa diberkati, terjaga kerukunan antarwarga, sejahtera, dan generasi mudanya tumbuh dengan semangat persatuan sesuai nilai‑nilai Hari Sumpah Pemuda. Ungkapnya(AR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain