Jakarta – detikperistiwa.co.id
Saat banyak negara bersaing dalam teknologi pertahanan mutakhir, Indonesia tak tinggal diam. Melalui PT Hexxa Dinamic Innovation (HDI), lahirlah semangat baru untuk membangun pertahanan nasional berbasis inovasi lokal, yang tak hanya menjawab kebutuhan militer modern, tetapi juga mempertegas kedaulatan bangsa di era digital.
HDI, perusahaan teknologi yang berbasis di Indonesia, kini tampil sebagai pelopor dalam pengembangan sistem drone militer dan solusi pertahanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Dari UAV hingga sistem keamanan siber, semua dikembangkan secara mandiri oleh putra-putri Indonesia.
Direktur utama HDI , BYD yang lebih sering di panggil Yudi menjelaskan tugas (terutama) kepercayaan .HDI adalah Drone terbaik untuk pertahanan negara kita .Sebagai Drone spesial di Indonesia ,ujarnya Rabu (28/1).di Halim
Seperti Drone lain lain yang di klaim mampu (publish).Drone ini cocok untuk pertahanan dan keamanan.Berharap perkembangan Drone bergerak maju tidak tertinggal dengan negara lain.Yang membedakan Drone HDI adalah bisa bergerak secara bersamaan 20 unit sekaligus tentunya dengan AI ,ungkapnya
Bahwa TKDN Drone HDI sudah mencapai 70 % suatu hal yang luar biasa,bebernya.
Drone harus mempunyai jarak tempuh ,kemampuan baterai , Stealth (siluman) bisa di gunakan dalam kondisi apapun ,kecepatan Drone militer biasanya untuk pengintaian ,tempur dan perang elektronik
HDI tidak sekadar memproduksi alat militer, tetapi menciptakan sistem pertahanan yang terintegrasi. Dari kendaraan tempur tanpa awak hingga pusat komando digital dan perlindungan siber, semua dikembangkan di dalam negeri. Proses ini mencakup desain perangkat keras, pemrograman perangkat lunak, hingga pelatihan personel operasional.


