
“City Walk Rp17,2 Miliar Banjir Parah Hanya Seminggu Setelah Diresmikan – Konser Virzha Batal, Malam Puncak HUT Pemalang Berakhir Basah Kuyup!”
Pemalang – Hujan deras ekstrem yang mengguyur sejak sore hingga larut malam Sabtu (31 Januari 2026) memicu banjir genangan di pusat kota Pemalang. Kawasan City Walk Pemalang di Jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu titik terparah, dengan genangan air mencapai 30–50 cm (bahkan hingga 1 meter di basement dan area parkir).
Banjir ini terjadi tepat pada malam puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 (Pemalang Expo 2026). Acara Konser Amal Pray For Pemalang di Alun-Alun dan sekitar City Walk terpaksa dihentikan mendadak sekitar pukul 20.30 WIB. Penampilan guest star utama Virzha serta band lokal seperti Coconut Treez dan Parade Hujan batal total. Ribuan pengunjung yang sudah menunggu kecewa, banyak yang terjebak di banjir dan harus bubar karena akses jalan sulit serta situasi darurat.
Penyebab Banjir:
Curah hujan sangat tinggi dan berkepanjangan, disertai angin kencang.
Sistem drainase kawasan kota tidak optimal: saluran tersumbat sampah, sedimen, dan tidak mampu menampung debit air maksimal.
Khusus City Walk: Meski baru diresmikan pada 24 Januari 2026 sebagai proyek ruang publik modern (pedestrian walk, taman, parkir, dan fasilitas elegan), drainase di kawasan ini kewalahan. Air meluap ke jalur pejalan kaki, area parkir, dan basement, membuat kawasan ikonik ini malah jadi “lautan kecil” dalam semalam.
Proyek City Walk menelan anggaran sekitar Rp17,2 miliar dari APBD Pemkab Pemalang. Ironisnya, hanya seminggu setelah diresmikan, kawasan ini langsung terendam parah. Warga dan netizen ramai mengkritik di media sosial: “Anggaran miliaran tapi drainasenya gak kuat? Prioritasnya jalan rusak dulu dong!”
Dampak Lain:
Jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, simpang City Walk (dekat Pegadaian), dan sekitar Alun-Alun tergenang hingga 40–50 cm.
Banyak kendaraan mogok (terutama sepeda motor), pengendara terpaksa menuntun motor menembus banjir.
Aktivitas malam Minggu lumpuh total di pusat kota, warga terjebak dan harus evakuasi mandiri.
Ini menyusul banjir bandang di Pemalang Selatan (akhir Januari lalu), yang sudah bikin ribuan warga mengungsi.
Penanganan Saat Ini:
BPBD Kabupaten Pemalang dan tim gabungan langsung turun: membersihkan drainase, evakuasi warga, dan memantau titik rawan.
Pagi 1 Februari 2026, air mulai surut di sebagian besar area, tapi genangan masih ada di titik rendah seperti basement City Walk.
Pemkab Pemalang menyatakan akan evaluasi serius infrastruktur, termasuk drainase City Walk, agar kejadian serupa tidak terulang di musim hujan ini.
Banjir ini menjadi pengingat bagi Pemalang: Pembangunan infrastruktur baru penting untuk wajah kota, tapi pengelolaan drainase, pembersihan saluran, dan antisipasi cuaca ekstrem harus lebih diprioritaskan. Warga diminta tetap waspada karena prakiraan cuaca masih potensi hujan lebat**

Oleh: Tim Red
Https//detikperistiwa.co.id


