Makassar, detikperistiwa.co.id – Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri bersama Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulsel, menegaskan komitmen untuk menekan maraknya aksi balap liar di wilayah Sulawesi Selatan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
BrigJen Pol Faizal, S.I.K., M.H., yang didampingi Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman, S.I.K, menyebut program Zero Balap Liar menjadi fokus utama Korlantas Polri dalam menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas di penghujung tahun.
Fenomena balap liar yang masih kerap terjadi di sejumlah daerah disebut sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Menjelang Nataru dan Operasi Ketupat 2025, kami tekankan pelaksanaan Zero Balap Liar di seluruh wilayah. Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain,” ujar Brigjen Faizal, Senin (10/11/2025).
Menurut Brigjen Faizal, kegiatan balap liar umumnya meningkat saat malam hari dan akhir pekan, terutama menjelang libur panjang.
Korlantas Polri pun memerintahkan jajaran lalu lintas di seluruh Polda untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur.
“Penindakan dilakukan dengan mengoptimalkan teknologi digital melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), serta patroli manual di wilayah yang belum terjangkau perangkat ETLE. Tujuannya jelas, memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran,” kata Faizal.
Brigjen Faizal juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk komunitas otomotif, agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan.
Selain penanganan balap liar, Korlantas Polri juga mulai mempersiapkan strategi pengamanan lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru.
Adapun fokus utama diarahkan pada keamanan jalur menuju tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta kawasan wisata dan rekreasi yang biasanya menjadi titik keramaian.
“Operasi Nataru nanti akan menitikberatkan pada pengamanan arus kendaraan dan keselamatan masyarakat yang melakukan aktivitas ibadah maupun rekreasi,” ujar Brigjen Faizal.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat terhadap kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, seperti penggunaan knalpot bising atau pelat nomor dilepas, yang kerap menjadi bagian dari aktivitas balap liar.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Faizal juga menjelaskan upaya percepatan transformasi digital di jajaran Korlantas Polri. Berbagai jenis ETLE, mulai dari statis, mobile, handheld, hingga portable dan ini dioperasikan untuk memperkuat pengawasan lalu lintas.
“Transformasi digital ini bertujuan meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta mencegah interaksi negatif antara petugas dan masyarakat. Semua dilakukan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di lapangan,” ucap Faizal.
Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut terbukti menekan angka pelanggaran serta menurunkan fatalitas korban kecelakaan di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.
Brigjen Faizal menegaskan, keberhasilan program keselamatan berlalu lintas bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Dukungan publik dan media dinilai penting untuk mengedukasi pengguna jalan dan memperkuat kesadaran hukum.
“Setiap pelanggaran adalah awal dari kecelakaan. Dengan kesadaran bersama, kita bisa menekan angka pelanggaran dan menyelamatkan banyak nyawa di jalan,” tutup Brigjen Faizal.
Niar Ch


