Jelang Nyepi Caka 1948, Kapolsek Bebandem Gelar Dialog Kamtibmas Bersama Tokoh Adat dan Koordinator Ogoh-Ogoh

Karangasem | detikperistiwa.co.id 

​Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kepolisian Sektor Bebandem mengambil langkah proaktif guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Kapolsek Bebandem, AKP I G.N.B. Suastawan, S.H., M.H., menggelar pertemuan dialogis bersama tokoh adat dan koordinator Ogoh-Ogoh se-Banjar Adat Tihingan. Pada Minggu sore, (15/03/2026).

 

​Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Pura Wates Tihingan, Desa Adat Bebandem ini turut dihadiri oleh jajaran PJU Polsek Bebandem, para Keliang Banjar Adat, serta Ketua Pecalang Desa Adat Bebandem. Fokus utama pertemuan ini adalah menyamakan persepsi terkait pelaksanaan malam Pengerupukan agar berjalan khidmat, aman, dan tertib.

 

​Dalam arahannya, AKP I G.N.B. Suastawan menekankan agar seluruh krama, khususnya generasi muda (Yowana), tetap mengedepankan rasa persaudaraan dan keluhuran budaya saat mengarak Ogoh-Ogoh yang dipusatkan di Catur Pata/Terminal Bebandem.

 

​”Kami menghimbau para pemuda untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu gesekan, seperti konsumsi minuman keras (miras) maupun penggunaan kembang api secara berlebihan. Mari kita jaga makna spiritual dari tradisi ini dengan mematuhi kesepakatan adat yang telah dibuat,” tegas Kapolsek Bebandem.

 

​Selain aspek keamanan di lapangan, Kapolsek juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah perkembangan media sosial. Beliau berharap kalangan muda tidak mudah terprovokasi oleh unggahan negatif atau berita bohong (Hoax) yang dapat memecah belah persatuan.

 

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Pecalang Desa Adat Bebandem, I Ketut Weda, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan TNI, Polri, dan Bakamda dalam pengamanan malam Pengerupukan hingga pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Ia juga menghimbau agar warga bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mengunggah aktivitas saat Nyepi berlangsung.

 

​Melalui sinergitas antara kepolisian, tokoh adat, dan elemen masyarakat, diharapkan rangkaian Hari Raya Nyepi tahun ini dapat terlaksana dengan damai, menunjukkan keharmonisan kearifan lokal Bali di mata dunia.

 

​Pertemuan tersebut berakhir pada pukul 18.30 WITA dengan situasi yang sangat kondusif dan penuh rasa kekeluargaan.

 

 

Sby

Hayo mau copy paste ya?