Jumat Agung: Mengenang Pengorbanan Besar Yesus Kristus, Sang Jalan Keselamatan

Bitung – detikperistiwa.co.id

Hari ini, Jumat, 3 April 2026, umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung. Di Gereja Bukit Hermon Bitung, ibadah berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat, penuh penghayatan, namun juga dipenuhi sukacita.

Ibadah diawali dengan momen sakral Pentahbisan dan Penyerahan Anak bagi buah hati dari keluarga Bapak Talesang dan Ibu Ratuelah. Doa syafaat dan berkat dilimpahkan atas kehidupan bayi tersebut di bawah pimpinan Bapak Pendeta Albert Awuy, S.Th, menandakan bahwa anak tersebut diserahkan dan dipelihara dalam kasih Tuhan sejak dini.

Setelah sesi pentahbisan, ibadah dilanjutkan dengan khotbah firman Tuhan yang diambil dari kitab Yesaya pasal 53 ayat 4-10, yang menggambarkan dengan sangat mendalam tentang penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.

Pengorbanan untuk Keselamatan

Dikatakan bahwa sesungguhnya penyakit dan kesengsaraan manusia yang ditanggung-Nya, padahal manusia mengira Ia sedang dihukum dan ditindas oleh Tuhan. Yesus tertikam dan diremukkan bukan karena kesalahan-Nya sendiri, melainkan karena pemberontakan dan kejahatan kita.

“Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh,” demikian pesan yang disampaikan kepada seluruh jemaat.

Ia hadir menanggung akibat dosa manusia, yang sesat seperti domba yang kehilangan arah, masing-masing mengambil jalannya sendiri. Namun dengan penuh kasih, Tuhan menimpakan kejahatan kita sekalian kepada-Nya.

Kelemahlembutan dan Ketaatan

Dalam menghadapi pengadilan dan siksaan, Yesus menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Ia dianiaya dan ditindas, namun tidak membuka mulut-Nya. Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, atau induk domba yang kelu saat digunting bulunya, Ia menerima segala sesuatu dengan hati yang taat.

Walaupun Ia tidak pernah berbuat kekerasan dan tidak ada tipu daya dalam mulut-Nya, namun nasib-Nya diputuskan. Ia terpisah dari negeri orang-orang hidup dan dikuburkan di antara orang-orang fasik.

Pesan Penghiburan dan Harapan yang Gembira

Di tengah renungan tentang penderitaan tersebut, Pendeta Albert juga menyampaikan pesan penghiburan yang gembira. Dijelaskan bahwa penderitaan Yesus bukanlah akhir dari segalanya, melainkan jalan menuju kemenangan besar.

“TUHAN berkehendak meremukkan Dia dengan kesakitan. Apabila Ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, Ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.”

Melalui ayat ini, jemaat diingatkan bahwa pengorbanan Yesus membawa hasil yang kekal. Kita tidak hanya diselamatkan, tetapi juga dipulihkan, diberi hidup yang baru, dan menjadi bagian dari keluarga Allah. Ini adalah sumber sukacita terbesar, karena penderitaan-Nya, kita kini memiliki kedamaian dan harapan yang pasti.

Ditutup dengan Perjamuan Kudus

Sebagai puncak dan penutup ibadah Jumat Agung ini, seluruh jemaat bersama-sama melaksanakan Perjamuan Kudus. Momen ini menjadi peringatan nyata akan tubuh dan darah Kristus yang telah dikurbankan, memperbaharui persekutuan umat dengan Tuhan dan sesama.

Ibadah di Gereja Bukit Hermon Bitung berlangsung dengan penuh syukur, mengingat betapa besarnya kasih Tuhan yang telah menebus dan memulihkan hidup umat-Nya.

(JG)

Hayo mau copy paste ya?