Jum’at Curhat / Mesadu Wakapolres Karangasem di Wantilan Desa Adat Tanah Ampao Manggis

Karangasem | detikperistiwa.co.id

Dalam pelaksanaan kegiatan “Program Jum’at Curhat” Waka polres yang mewakili kapolres Karangasem dan para pejabat Utama Polres Karangasem beserta Tokoh Masyarakat dan para Pecalang. bertempat di Wantilan desa adat Tanah Ampo kecamatan Manggis. Pada hari Jum’at, 08 Maret 2024 pukul 09.00 wita.

 

Sebagai pembuka Wakapolres Karangasem menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga masyarakat yang sudah meluangkan waktunya dan berkesempatan hadir, Wakapolres juga mengucapkan selamat hari Raya Galungan dan Kuningan, serta hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 bagi masyarakat desa Tanah Ampao Manggis.

 

disampaikan juga bahwa kegiatan Jum’at Curhat merupakan salah satu Program Polri secara Nasional dengan istilah Program Jum’at Curhat, kegiatan ini juga disebut simakrama, mesadu dan bermitra, tujuan dilaksanakannya Jum’at Curhat adalah untuk mendekatkan kepolisian kepada masyarakat guna menyerap aspirasi serta keluh kesah yang ada di masyarakat.

 

Untuk Kamtibmas di desa macang situasi dalam keadaan aman dan kondusif.

 

Waka Polres menyinggung terkait dengan penyalahgunaan narkoba untuk itu di harapkan kepada masyarakat yang berkesempatan hadir saat ini agar menghimbau kepada saudara maupun anak-anaknya untuk menjauhi Narkoba, karena hal tersebut berdampak kepada kesehatan, mental dan merusak generasi bangsa,” ucap Wakapolres

 

Di harapkan juga kepada masyarakat, bila mana ada informasi terkait peredaran narkoba di Desa Manggis agar menginformasikan kepada bhabin Desa, kapolsek dan kepolisian, perlu di ketahui bahwasannya peredaran narkoba secara internasional disebut kejahatan yang luar biasa,” tambahnya

 

Wakapolres juga menyinggung tentang masalah bencana alam, secara geografis wilayah Desa Tanah Ampao rentan dengan tanah longsor, banjir dan kebakaran, hal itu yang diakibatkan oleh diri sendiri, sebab bencana alam tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.

 

Lebih lanjutnya Wakapolres juga menyinggung masalah gantung diri itu terjadi karena faktor sakit menahun dan faktor ekonomi, dari segi agama juga tidak dibenarkan mati dengan cara gantung diri.

 

Serta masalah lalu lintas banyak anak muda mati sia – sia karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya maka dari itu sebagai orang tua diharapkan bisa mengedukasi /  memberitahu anaknya agar tertib berlalu lintas, dengan tertib berlalulintas saat berkendara di jalan bisa menekan angka kecelakaan di Jalan Raya, diharapkan lengkapi dengan surat surat dan memakai helm saat mengemudi sepeda motor.” Pungkas Wakapolres

 

ucapan terimakasih juga di tujukan kepada masyarakat dan tokoh masyarakat, yang selama ini sudah menjaga situasi di Desa Tanah Ampao agar tetap aman kondusif, di harapkan, terus dijaga lingkungannya masing-masing sampai nanti tahap pelantikan presiden,” ungkapnya.

 

 

Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?