Makassar,detikperistiwa.co.id – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro meninjau langsung lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulsel di Paccerakkang, Daya, Kota Makassar, Rabu (12/11/2025).
Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan pangan yang diproduksi untuk anak-anak sekolah di wilayah Sulawesi Selatan.
Didampingi Ketua Bhayangkari Polda Sulsel Ny. Upi Djuhandhani, Kapolda menegaskan komitmennya mendukung program nasional dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Bapak Presiden menekankan pentingnya membangun masyarakat Indonesia ke depan yang lebih baik. Bonus demografi yang kita harapkan harus diisi oleh anak-anak yang cerdas dan sehat, yang nantinya mendukung pembangunan bangsa,” ujar Djuhandhani di sela peninjauan.
Ia menyebut, setelah melihat langsung proses produksi di SPPG, pihaknya optimistis fasilitas ini bisa menjadi percontohan nasional.
“Kami cukup yakin bahwa SPPG Polda Sulsel bisa menjadi sentra pangan percontohan. Dari sisi kualitas kebersihan, kesehatan, dan standar gizi, sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” ungkapnya.
Djuhandhani menjelaskan, hingga saat ini terdapat 27 SPPG di jajaran Polda Sulsel.
Dari jumlah tersebut, satu sudah beroperasi penuh, sementara 26 lainnya dalam tahap penyelesaian dengan progres mencapai 90 persen.
“Kami akan terus melakukan percepatan agar seluruh SPPG segera beroperasi. Ini bagian dari komitmen kami mendukung program pemerintah dan Mabes Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Selain memastikan aspek produksi, Kapolda juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap bahan pangan. Ia menegaskan, Polri tidak akan mentolerir penggunaan bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan anak-anak sekolah.
“Kami pernah temukan contoh kasus bakso yang mengandung formalin. Tidak beracun, tapi jelas tidak layak untuk dikonsumsi. Kami langsung hentikan dan ganti dengan menu lain,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan, Polda Sulsel memutus kerja sama dengan rekanan yang tidak memenuhi standar kesehatan dan menggantinya dengan pihak yang lebih bertanggung jawab.
“Kami ingin pastikan setiap makanan yang sampai ke anak-anak benar-benar aman. Ini tanggung jawab moral dan profesional kami,” tuturnya.
Untuk menjamin keamanan selama distribusi, Polda Sulsel juga akan melibatkan personel Sabhara dan Bhabinkamtibmas dalam pengawalan logistik makanan dari sentra produksi hingga ke sekolah-sekolah.
“Makanan yang dikirim akan dikawal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. Ini langkah preventif untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” imbuhnya.
Kapolda menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari inovasi Polri dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menyiapkan generasi sehat dan produktif.
“Kami tidak berhenti di sini. Ke depan, kami akan terus mencari terobosan lain, termasuk kemungkinan memperluas cakupan SPPG agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.
Niar Ch


