PALEMBANG —
Detikperistiwa co.id
Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menggelar audiensi dan buka puasa bersama dengan pimpinan perguruan tinggi di Mapolda Sumsel, Jumat (2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan pimpinan Polda Sumatera Selatan dengan 16 rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Selatan.
Pertemuan berlangsung di Ruang Transit Lantai 1 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.
Beberapa pimpinan perguruan tinggi yang hadir antara lain Rektor Universitas Sriwijaya, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya di Sumatera Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang mulai bertugas sejak Februari 2026.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dengan seluruh elemen strategis masyarakat, termasuk kalangan akademisi.
Menurut Sandi Nugroho, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Kampus memiliki kekuatan intelektual yang sangat penting. Kami membutuhkan masukan akademik untuk membantu merumuskan kebijakan keamanan yang lebih baik,” ujar Sandi Nugroho.
Dalam forum tersebut, Kapolda juga memaparkan sejumlah program strategis yang sedang dijalankan Polda Sumsel.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penguatan sektor pertanian melalui program penanaman jagung yang mendukung ketahanan pangan nasional.
Kapolda menjelaskan bahwa Polri berperan sebagai fasilitator antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan program tersebut berjalan efektif.
Ia juga mengajak perguruan tinggi untuk terlibat melalui riset, inovasi teknologi pertanian, serta program pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Abid Djazuli menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolda Sumsel dalam membangun forum silaturahmi dengan dunia akademik.
Menurutnya, keamanan dan stabilitas daerah merupakan faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas pendidikan.
“Kondisi keamanan yang kondusif menjadi prasyarat utama bagi dunia pendidikan untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri yang mendorong kepolisian membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan melahirkan generasi muda yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Melalui forum audiensi tersebut, Polda Sumsel berharap sinergi antara kepolisian dan dunia akademik semakin kuat dalam mendukung keamanan, pembangunan daerah, serta program strategis nasional.
Edit “mry”


