
**Warga Miskin Jadi Korban Akibat Beda Pilihan Politik di Desa Wuled**

Wuled, 24 Agustus 2024 – Konflik politik mencuat di Desa Wuled, Kabupaten Pekalongan, setelah sejumlah warga miskin melaporkan adanya tindakan diskriminasi akibat perbedaan pilihan politik. Warga yang dianggap mendukung calon yang berbeda dengan pilihan kepala desa setempat mengaku menjadi korban kehilangan bantuan sosial yang menjadi hak mereka.

Seorang warga mengungkapkan bahwa dia mendapat perlakuan tidak adil setelah diketahui tidak mendukung calon politik yang berseberangan dengan pilihan kepala desa. “Kami tidak diberikan bantuan sosial yang biasanya kami terima setiap 3 bulan. ujar salah satu warga yang terkena dampak.
Sebut saja ibu Rahayu (60).

Tindakan diskriminasi ini membuatĀ warga desa wuled kecewa dan marah.
warga miskin yang sangat bergantung pada bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak dari mereka merasa takut dan tidak berani mengungkapkan pilihan politik mereka secara terbuka karena takut kehilangan bantuan yang sangat mereka butuhkan.
Seorang tokoh masyarakat di Desa Wuled mengkritik keras praktik ini dan menyebutnya sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan. “Bantuan sosial seharusnya diberikan tanpa memandang pilihan politik seseorang. Tindakan ini tidak hanya melanggar hak asasi warga, tetapi juga mencederai semangat demokrasi dan keadilan,” tegas tokoh masyarakat tersebut.
Menanggapi situasi ini, beberapa tokoh masyarakat desa wuled mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan dan menindak tegas pelaku diskriminasi politik. “Kami meminta agar pemerintah daerah dan lembaga terkait memastikan bahwa bantuan sosial diberikan secara adil dan merata kepada semua warga yang berhak, tanpa ada intimidasi atau paksaan untuk mendukung calon politik tertentu,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Warga Desa Wuled berharap agar hak-hak mereka dihormati dan dilindungi, serta agar bantuan sosial dapat diberikan secara adil tanpa harus terikat dengan pilihan politik. Mereka juga berharap agar tindakan intimidasi dan diskriminasi dapat dihentikan, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang dan aman.
Agung Kabiro Pekalongan


