Kasat Binmas Polres Karangasem Dampingi Team Penilai Polda Bali dalam Penilaian Lomba Pekarangan Pangan Bergizi Tingkat Polda

Karangasem | dedikperistiwa.co.id

Dalam mendukung kreatifitas  pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah, Kasat Binmas Polres Karangasem AKP I Wayan Sumerti, S.H., bersama personel Sat Binmas lainnya mendampingi Tim Penilai dari Polda Bali dalam kegiatan penilaian Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tingkat Polda Bali yang dilaksanakan di MIN 1 Karangasem, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut
Ni Wayan Suarni Tim Penilai dari Dinas Pertanian Prov Bali, AKBP Kumolo Adi Saputro, S.Km., M.M. Tim Penilai dari Ditbinmas Polda Bali, AKBP Margini, A.Md., S.Psi., M.Si. Tim Penilai dari Ditbinmas Polda Bali, beserta anggota Polres Lainnya dan Kepala Sekolah serta Guru-guru lainnya.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan gizi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara kreatif dan produktif. Lomba P2B menjadi salah satu inovasi berbasis komunitas yang mendukung terciptanya lingkungan sehat dan mandiri khususnya di lingkungan pendidikan.

 

Dalam sambutannya, Kasat Binmas menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat kebersamaan seluruh elemen sekolah dalam mewujudkan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). “Lomba P2B ini bukan sekadar kompetisi antar wilayah, melainkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan ketahanan pangan lokal,” ujar Kasat Binmas.

 

Selanjutnya penilaian Penilaian P2B berkeliling meninjau lokasi pemanfaatan lahan pekarangan Pangan Bergizi mulai dari halaman depan hingga ke area belakang dengan berbagai komoditas yang ditanam serta hidroponik yang mulai dikembangkan.

 

Wawancara singkat dengan Kepala Sekolah MIN 1 Karangasem Bapak Heri Mashuri, S.Pdi., S.Pd., mengenai jenis komoditas yang ditanam, pengembangan bibit, pemanfaatan lahan, tata cara penanaman, perawatan tanaman, tata letak pekarangan, pemupukan yang digunakan dan pemberian nutrisi.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat menjaga lingkungan dan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga tumbuh dari kesadaran masyarakat dan lembaga pendidikan demi menciptakan generasi yang sehat dan mandiri.

 

 

 

Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?