Kebudayaan Jaran Kepang Khas Indonesia Tak Lekang Oleh Waktu Sering Jadi Hiburan Rakyat Se Nusantara Sampai Turis Domestik dan Asing

Kebudayaan Jaran Kepang Khas Indonesia  Tak Lekang  Oleh Waktu Sering Jadi Hiburan Rakyat Se Nusantara Sampai Turis Domestik dan  Asing



Temanggung  – Jawa Tengah ( 5 / 1 / 2026 )


Kita semua sudah pernah melihat Jaran Kepang diseluruh pulau Jawa terlebih khususnya dan nota benenya merupakan kebudayaan khas Indonesia .


Dari ratusan tahun lalu sampai sekarang di Era Globalisasi ( Jaman  Modern ) yang berarti juga semuanya banyak menggunakan mesin dan digital dalam membantu kehidupan manusia sehari – hari .


Dan sebagaimana yang banyak kita lihat , kita dengar dari pemberitaan di televisi dan dikoran dan juga di media online tentang kebudayaan ” Jaran Kepang ” bahkan banyak disukai oleh turis lokal dan turis asing yang melancong ke Indonesia ,

Serta dalam moment – moment nasional ” Jaran Kepang ” seting dipertunjukkan untk menghibur masyarakat .


Maka dari itu kita selaku  Warga Negara Indonesia ( WNI ) bisa menyebut ” Kebudayaan Jaran Kepang Khas Indonesia tetap disukai tak Lekang oleh waktu ” .


Seperti halnya yang terjadi di Magelang – Jawa Tengah ,


Adanya pertunjukan Perlombaan Jaran Kepang Antar Bupati Temanggung Agus Setyawan .


Acara terselenggarakan pada hari
Minggu 04 Januari 2026,
bertempat di Alun-Alun Temanggung bukan cuma itu saja akan tetapi dari 2 Bupati yang berlomba menari Jaran Kepang tentu saja ini menjadi hiburan yang sangat menarik dari masyarakat di wilayah 2 kabupaten tersebut .


Kesenian tradisional jaran kepang yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Kabupaten Temanggung mengantarkan Bupati Temanggung Agus Setyawan masuk sebagai salah satu nominator Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.

Bupati yang lebih akrab disapa Agus Gondrong itu tercatat sebagai satu dari sepuluh kepala daerah yang lolos ke tahap akhir berupa presentasi langsung di hadapan Dewan Juri.

Tahap ini menjadi penentu dalam metode penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.


Pengumuman nominasi dilakukan oleh PWI Pusat bertepatan dengan perayaan malam Tahun Baru 2026.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan bahwa sepuluh kepala daerah terpilih melalui proses penilaian mendalam terhadap proposal yang diajukan.

Menurut Yusuf, proposal yang masuk dinilai sangat komprehensif.


Berkas penilaian meliputi video, dokumen pokok pemajuan kebudayaan daerah, peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto.

Ketebalan berkas bahkan mencapai puluhan hingga ratusan halaman.

“Untuk memastikan kebenaran program serta dampak nyata pemajuan kebudayaan yang diajukan, para kepala daerah diundang melakukan presentasi langsung di PWI Pusat. Presentasi dijadwalkan pada 8–9 Januari 2026,” jelas Yusuf.



Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terdiri atas lima tokoh dari kalangan pers dan seni budaya, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono.

Dari sepuluh nominasi tersebut, tiga di antaranya merupakan walikota, yaitu Walikota Malang Wahyu Hidayat, Walikota Samarinda Andi Harun, dan Walikota Mataram Mohan Roliskan.


Sumber Rilis : Ramsus

Sumber Berita :  Tim Juri  Anugerah Kebudayaan PWI Pusat tahun 2026 dan Pemerintah Kabupaten Magelang – Jawa Tengah

Kebudayaan Jaran Kepang Khas Indonesia Tak Lekang Oleh Waktu Sering Jadi Hiburan Rakyat Se Nusantara Sampai Turis Domestik dan Asing

Temanggung – Jawa Tengah ( 5 / 1 / 2026 )

Kita semua sudah pernah melihat Jaran Kepang diseluruh pulau Jawa terlebih khususnya dan nota benenya merupakan kebudayaan khas Indonesia .

Dari ratusan tahun lalu sampai sekarang di Era Globalisasi ( Jaman Modern ) yang berarti juga semuanya banyak menggunakan mesin dan digital dalam membantu kehidupan manusia sehari – hari .

Dan sebagaimana yang banyak kita lihat , kita dengar dari pemberitaan di televisi dan dikoran dan juga di media online tentang kebudayaan ” Jaran Kepang ” bahkan banyak disukai oleh turis lokal dan turis asing yang melancong ke Indonesia ,

Serta dalam moment – moment nasional ” Jaran Kepang ” seting dipertunjukkan untk menghibur masyarakat .

Maka dari itu kita selaku Warga Negara Indonesia ( WNI ) bisa menyebut ” Kebudayaan Jaran Kepang Khas Indonesia tetap disukai tak Lekang oleh waktu ” .

Seperti halnya yang terjadi di Magelang – Jawa Tengah ,

Adanya pertunjukan Perlombaan Jaran Kepang Antar Bupati Temanggung Agus Setyawan .

Acara terselenggarakan pada hari
Minggu 04 Januari 2026,
bertempat di Alun-Alun Temanggung bukan cuma itu saja akan tetapi dari 2 Bupati yang berlomba menari Jaran Kepang tentu saja ini menjadi hiburan yang sangat menarik dari masyarakat di wilayah 2 kabupaten tersebut .

Kesenian tradisional jaran kepang yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Kabupaten Temanggung mengantarkan Bupati Temanggung Agus Setyawan masuk sebagai salah satu nominator Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026.

Bupati yang lebih akrab disapa Agus Gondrong itu tercatat sebagai satu dari sepuluh kepala daerah yang lolos ke tahap akhir berupa presentasi langsung di hadapan Dewan Juri.

Tahap ini menjadi penentu dalam metode penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Pengumuman nominasi dilakukan oleh PWI Pusat bertepatan dengan perayaan malam Tahun Baru 2026.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyampaikan bahwa sepuluh kepala daerah terpilih melalui proses penilaian mendalam terhadap proposal yang diajukan.

Menurut Yusuf, proposal yang masuk dinilai sangat komprehensif.

Berkas penilaian meliputi video, dokumen pokok pemajuan kebudayaan daerah, peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto.

Ketebalan berkas bahkan mencapai puluhan hingga ratusan halaman.

“Untuk memastikan kebenaran program serta dampak nyata pemajuan kebudayaan yang diajukan, para kepala daerah diundang melakukan presentasi langsung di PWI Pusat. Presentasi dijadwalkan pada 8–9 Januari 2026,” jelas Yusuf.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terdiri atas lima tokoh dari kalangan pers dan seni budaya, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono.

Dari sepuluh nominasi tersebut, tiga di antaranya merupakan walikota, yaitu Walikota Malang Wahyu Hidayat, Walikota Samarinda Andi Harun, dan Walikota Mataram Mohan Roliskan.

Sumber Rilis : Ramsus

Sumber Berita : Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat tahun 2026 dan Pemerintah Kabupaten Magelang – Jawa Tengah

Oleh : Mujihartono Kaperwil Jateng