Bireuen – detikperistiwa.co.id
Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terus berkomitmen dalam membentuk karakter guru dan siswa melalui pendekatan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai cinta dan keislaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., dalam arahannya saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Pedagogik Guru di MTsN 1 Bireuen, Hari Rabu, 7 Mei 2025
menekankan bahwa, “Dalam setiap apersepsi pembelajaran, guru harus mengintegrasikan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist yang relevan dengan materi yang diajarkan. Ini bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga penanaman akhlak mulia,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang digariskan adalah penerapan kurikulum berbasis cinta dan islami, di mana guru tidak hanya mengajarkan materi akademik, tetapi juga menanamkan kasih sayang, empati, dan akhlak mulia dalam setiap interaksi pembelajaran.
Dr. Zulkifli juga menjelaskan bahwa langkah-langkah ini akan dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan setiap kegiatan apersepsi. “Guru dapat mengintegrasikan ayat-ayat Al-Quran dan Hadist yang relevan dengan materi pelajaran.
Hal ini tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan siswa, tetapi juga memperkuat karakter islami mereka,” jelasnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan madrasah yang lebih kondusif, khususnya di Kabupaten Bireuen, di mana nilai-nilai agama dan kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.
Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial. Melalui kurikulum berbasis cinta dan islami, diharapkan madrasah di Bireuen bukan hanya mencetak siswa yang cerdas akademis, tetapi juga berakhlak Qur’ani.
“Guru adalah teladan. Jika mereka mengajar dengan cinta dan landasan iman, siswa akan tumbuh menjadi generasi yang kuat ilmu dan hatinya,” tambah Dr. Zulkifli.
Kementerian Agama Bireuen berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Langkah ini sejalan dengan visi pendidikan madrasah yang ingin menciptakan insan beriman dan berkarakter kuat di tengah tantangan zaman.
Seluruh madrasah di Kabupaten Bireuen didorong untuk mengoptimalkan pendekatan pembelajaran yang menyentuh hati dan pikiran, sehingga tercipta harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai ketuhanan.
Kegiatan ini diikuti seluruh guru MTs se-Bireuen, para guru sangar antusias dalam mewujudkan pendidikan yang holistik dan berkarakter. Ke depan.
Kementerian Agama Bireuen akan memperluas inisiatif serupa ke jenjang MI dan MA untuk memperkuat fondasi pendidikan Islami dikabupaten Bireuen
( War.N)


