Mesuji – detikperistiwa.co.id
Alat perontok padi (BIMO) yang di hibahkan kepada gabungan kelompok tani itu dengan harapan dapat membatu mempermudah dan meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat khusus nya di Kabupaten Mesuji.
Namun sayang nya, yang terjadi di Desa Sumber Makmur tidak sesuai dengan yang kita harap kan, di sebab kan tidak ada nya ketransparan dan di anggap mencari keuntungan pribadi.
Di saat awak media konfirmasi kepada anggota poktan terkait alat perontok padi (BIMO) mereka menjelas kan tidak tau, “kami kurang tau mas terkait alat perontok padi (BIMO) mekanisme nya seperti apa” ujar anggota poktan kepada awak media.
Telusur wartawan bantuan alat perontok padi (BIMO) ini diduga sebagai ajang untuk memperkaya diri sendiri dari salah oknum Gapoktan yang ada di desa Sumber Makmur. Idealnya bantuan tersebut seharusnya transparan dan terbuka pada masyarakat setempat, agar bisa lebih maksimal dalam penyerapan pemberdayan di masarakat.
Hingga berita ini ditayangkan masih belum ada tanggapan dari pihak yang bersangkutan ,untuk kedepannya kami mohon untuk APH dan dinas terkait segera menindaklanjuti dugaan memperkaya diri sendiri salah satu oknum Gapoktan yang ada di Desa Sumber Makmur.
(Arip Mulyanto)


