Detikperistiwa.co.id
Kabupaten Belitung Timur merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal kaya dengan sumber daya alam dan mineral tambang timah. Secara historis, kultural, sosial dan ekonomi masyarakatnya terkait erat dengan pertambangan yang menjadi mata pencarian dan penopang ekonomi sebagian besar masyarakat Belitung Timur. Sabtu (18/05/2024)
Menelisik lebih jauh Ketua KNPI Belitung Timur, “Wahyu Setiawan ” mengatakan, dalam sejarah pertambangan di Kabupaten Belitung Timur, pertambangan berperan penting mendorong Belitung Timur menjadi salah satu daerah yang secara ekonomi berkembang relative lebih cepat dari daerah lain pada era pemerintahan kolonial belanda sampai masa kemerdakaan dan pemerintahan Orde Baru, terang Wahyu.
Pembangunan berjalan pesat seiring dengan kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki oleh kabupaten Belitung Timur pada waktu itu, walaupun secara administrative Belitung Timur masih tergabung dalam Kabupaten Belitung dan Provinsi Sumatra Selatan.
Sementara itu, Wahyu menjelaskan, seiring dengan perjalanan waktu Kabupaten Belitung Timur juga telah mencetak tokohtokoh besar nasional seperti Pak Yusril yang terkenal sebagai ahli Hukum Tata Negara, Pak Basuki atau yang lebih dikenal Ahok mantan wakil Gubernur DKI Jakarta pada periode Pak Jokowi dan Andrea Hirata yang dikenal dengan karyanya novel Laskar Pelangi. Kabupaten Belitung Timur saat ini menjadi sorotan nasional.
Setelah mencuatnya kasus mega korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang melibatkan public figur dan sejumlah pejabat BUMN, dengan dugaan kerugian Eko sistem lingkungan mencapai 271 triliun rupiah, sesuai yang disampaikan Bambang Hero Saharjo seorang ahli lingkungan dari Institut Pertanian Bogor.
Hal ini mengejutkan serta memunculkan berbagai polemik di masyarakat dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Belitung Timur. Bagi sebagian besar masyarakat dan pihak investor, tambang, Belitung Timur adalah. daerah dengan potensi ekonomi yang besar.
Aktivitas penambangan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, serta menggerakkan sektor-sektor terkait seperti transportasi dan perdagangan.
Beberapa jenis tambang yang ada di daerah ini, termasuk timah dan mineral lainnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal dan nasional. Namun, di balik harapan tersebut, terdapat keresahan yang mendalam mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan.
Kerusakan lingkungan, termasuk degradasi lahan, pencemaran air, dan hilangnya keanekaragaman hayati, menjadi ancaman nyata bagi ekosistem setempat.
Masyarakat yang tinggal di sekitar area tambang sering kali merasakan dampak langsung, seperti kualitas air yang memburuk dan kerusakan pada lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama mereka, persoalan tambang ini juga memicu konflik sosial antara masyarakat, perusahaan tambang, dan pemerintah daerah.
Di satu sisi, ada tekanan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari sumber daya tambang, di sisi lain, ada tuntutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pemerintah sering kali menjadi sorotan, apakah lebih pro-ekonomi atau pro-lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur perlu mengadopsi kebijakan yang seimbang dan berkelanjutan, yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Proses perizinan tambang harus dilakukan dengan transparansi dan partisipasipublik untuk memastikan bahwa suara semua pemangku kepentingan, didengar dan dipertimbangkan, solusi yang berkelanjutan perlu diimplementasikan untuk mengatasi persoalan tambang ini.
Di antaranya adalah dengan menerapkan teknologi penambangan yang ramah lingkungan, melakukan rehabilitasi lahan pasca-tambang, membangun industri hilirisasi dari hasil pertambangan serta memberdayakan masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, diversifikasi ekonomi juga penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tambang, dengan mengembangkan sektor-sektor lain seperti pariwisata, pertanian berkelanjutan, dan industri kreatif.
Iya melanjutkan, Isu tambang di Kabupaten Belitung Timur adalah cerminan dari dilema yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, di mana terdapat kekayaan alam yang berlimpah tetapi juga risiko kerusakan lingkungan yang tinggi. Dengan pendekatan yang tepat dan kebijakan yang bijak, harapan dan keresahan ini dapat dikelola dengan baik untuk menciptakan masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat, “tutup Wahyu.(ptysht)